Kemarau Panjang, Petani Lebak Beralih Jadi Pedagang hingga Buruh Bangunan

Petani di Kabupaten Lebak Banten beralih profesi beragam mulai pedagang, buruh bangunan hingga mengojek akibat areal persawahan mengalami kekeringan dilanda kemarau panjang. ANTARA/Mansyur

Kemarau Panjang, Petani Lebak Beralih Jadi Pedagang hingga Buruh Bangunan

Silvana Febiari • 5 September 2026 19:17

Lebak: Sekitar 250 petani di Kabupaten Lebak, Banten, beralih profesi dalam sebulan terakhir akibat kekeringan lahan pertanian padi sawah. Kondisi tersebut dipicu kemarau panjang setelah musim panen.

"Kehidupan petani sudah biasa jika kemarau panjang dipastikan beralih profesi untuk memenuhi ekonomi keluarga," kata Ketua Kelompok Tani Sukabungah Desa Tambakbaya Kabupaten Lebak Ruhiana, dilansir dari Antara, Sabtu, 5 September 2026. 

Ruhiana mengatakan para petani beralih profesi menjadi pedagang keliling, pedagang eceran di Pasar Rangkasbitung dan Pasar Semi Narimbang, buruh bangunan, buruh panggul di Tanjung Priok, pengojek, hingga penambang pasir.


Sebagian petani juga bekerja di luar daerah, seperti Serang, Cilegon, Merak, Tangerang, dan Jakarta. Sementara petani yang masih memiliki cadangan pangan memilih tinggal di rumah sambil memperbaiki peralatan pertanian.

Ketua Kelompok Tani Blok Central Rangkasbitung, Udin, mengatakan sekitar 150 petani di wilayahnya tidak bisa menggarap lahan akibat kekeringan yang dipicu fenomena El Nino. Mereka pun beralih profesi, mayoritas menjadi buruh bangunan di proyek pembangunan di Jakarta.

"Kami bersama petani lainnya bekerja buruh bangunan di Jakarta dan setiap pekan pulang membawa uang untuk keluarga," jelasnya. 

Abdulraup, petani asal Warunggunung, mengatakan dirinya sudah tiga pekan berjualan bakso cuanki di Rangkasbitung. Ia terpaksa beralih profesi karena kekeringan membuatnya tidak bisa menanam.

"Kami bersama 30 petani terpaksa berjualan bakso cuanki dengan pendapatan sistem komisi," ucapnya. 


Seorang petani menabur pupuk urea pada tanaman padi yang mengalami kekeringan. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/agr


Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dodi Hermawan mengatakan sejumlah petani di berbagai kecamatan beralih profesi akibat kekeringan. Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga selama musim kemarau.

"Kami memastikan setelah memasuki musim hujan, mereka kembali menggeluti usaha pertanian pangan," ujarnya.

(Silvana Febiari)