Disdik DKI Dampingi Pelajar Korban Pelecehan Guru di SMKN 27

Ilustrasi. Foto: Antara.

Disdik DKI Dampingi Pelajar Korban Pelecehan Guru di SMKN 27

Anggi Tondi Martaon • 8 October 2026 12:31

Jakarta: Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta akan melakukan pendampingan bagi para siswa-siswi korban pelecehan oleh seorang guru di SMK Negeri 27 Jakarta. Hal itu dilakukan agar para korban tidak mengalami trauma.

“Kami akan kerja sama tentunya untuk pendampingan siswa-siswi tadi, jangan sampai ada (trauma) psikis dan lain-lain. Ini akan kami dampingi,” kata Kepala Disdik DKI Jakarta Nahdiana dikutip dari Antara, Kamis, 8 Oktober 2026.

Nahdiana mengatakan pihaknya juga membentuk tim internal untuk melakukan pendampingan terhadap murid-murid sekolah tersebut. Tim tersebut nantinya juga akan menggali informasi tambahan dari para korban.
 


“Jadi kami juga mau bentuk tim internal untuk pendampingan anak-anak yang tadi mendapatkan perlakuan-perlakuan, sambil juga kami dapat informasi tambahan nanti dari anak-anak,” ungka Nahdiana.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan guru pelaku pelecehan terhadap siswa di SMK Negeri 27 Jakarta telah diberhentikan. Terduga pelaku juga tidak lagi diberikan kesempatan untuk menjadi tenaga pendidik di Jakarta.

Selain itu, Pramono memerintahkan guru tersebut diproses sesuai hukum yang berlaku.

Pramono menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak menoleransi tindakan kekerasan maupun pelecehan. Sebab, tindakan tersebut dianggap telah mencoreng marwah tenaga pendidik.


Ilustrasi. Foto: Medcom.id.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, seorang guru di SMKN 27 Jakarta diduga melakukan kekerasan dan pelecehan terhadap sejumlah siswa. Dugaan tersebut mencuat setelah seorang warganet mengunggah pengakuannya di media sosial Threads.

Warganet dengan akun @nrfsyahab itu mengaku pernah menjadi siswa SMP yang dididik oleh guru tersebut. Dalam unggahannya, dia menyebutkan pelaku merupakan guru seni budaya yang kerap memberikan hukuman fisik kepada siswa yang tidak hafal sejumlah materi pelajaran, seperti suling dan pianika. 

Dia pun mengaku pernah dicubit hingga menimbulkan lebam. "Setiap ada hafalan suling/pianika yang enggak hafal pokoknya kena cubitannya dia yang sampai keungu-unguan," tulis akun tersebut.

Menurut dia, tindakan tersebut dilakukan terhadap siswa laki-laki maupun perempuan.

(Anggi Tondi)