Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Banjir, Pramono Perintahkan Pengerukan di Kali Sepak

Ilustrasi pengerukan Kali Sepak, Kembangan, Jakarta Barat. Metrotvnews.com/Cony

Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Banjir, Pramono Perintahkan Pengerukan di Kali Sepak

Cony Brilliana • 26 January 2026 14:59

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau Kali Sepak, Kembangan, Jakarta Barat, pada Senin, 26 Januari 2026. Pramono memerintahkan Dinas Sumber Daya Air (SDA) tetap melakukan pengerukan secara rutin di muara sungai lintas provinsi guna menjaga kapasitas aliran air dan meminimalkan risiko banjir susulan.

Pramono menyebut Kali Sepak merupakan salah satu muara utama aliran air di Jakarta Barat, selain Kali Pesanggrahan, Mookervart, dan Angke. Meski kondisi banjir di Jakarta telah tertangani dan lalu lintas kembali normal, langkah antisipatif tetap harus diperkuat.

“Saya tetap meminta kepada Suku Dinas Sumber Daya Air untuk penanganan preventif dilakukan. Karena dari data BMKG ada kemungkinan besok, itu juga curah hujannya tinggi. Sehingga dengan demikian kami tetap melakukan penggalian,” ujar Pramono Anung saat meninjau Kali Sepak, Senin, 26 Januari 2026.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengerahkan 200 ekskavator yang tersebar di lima wilayah kota untuk mengeruk sungai secara berkelanjutan. Di Kali Sepak, ada tiga ekskavator yang dikerahkan untuk mendukung upaya pencegahan.
 


Selain pengerukan, Pramono menegaskan pentingnya langkah antisipasi tambahan untuk menekan dampak hujan ekstrem. Salah satu menyiapkan modifikasi cuaca guna mengurangi intensitas hujan yang berpotensi memicu banjir.

Dia berharap langkah-langkah preventif yang dilakukan secara masif dapat menjaga kondisi Jakarta tetap terkendali, meski curah hujan meningkat.

“Ada 200 ekskavator di lima wilayah, di sini saja tadi ada tiga. Dan mudah-mudahan tindakan preventif yang kita lakukan tetap bisa mengurangi dampak dari banjir yang ada di Jakarta.” Kata Pramono.


Ilustrasi pengerukan Kali Sepak, Kembangan, Jakarta Barat. Metrotvnews.com/Cony

Curah hujan tinggi yang diprediksi BMKG menjadi alasan utama penguatan langkah preventif. Jakarta dinilai memiliki keterbatasan daya tampung air, sehingga hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat berpotensi menimbulkan genangan.

Selain hujan lokal, kiriman air dari wilayah hulu turut meningkatkan debit sungai di Jakarta. Kondisi ini membuat pengerukan sungai menjadi langkah penting untuk menjaga kapasitas aliran air tetap optimal.

Kali Sepak merupakan bagian dari sistem aliran sungai lintas provinsi yang bermuara ke Cengkareng Drain. Sungai ini berperan penting dalam mengalirkan air dari wilayah hulu menuju laut.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara rutin melakukan pengerukan sungai sebagai bagian dari strategi pengendalian banjir. Upaya ini dikombinasikan dengan pengoperasian pompa air, pemeliharaan pintu air, serta koordinasi lintas instansi untuk menghadapi musim hujan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)