Kopi Palsu Berbahan Kedelai Beredar di Vietnam, Polisi Turun Tangan

Kopi sudah jadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas banyak orang di seluruh dunia. (Anadolu Agency)

Kopi Palsu Berbahan Kedelai Beredar di Vietnam, Polisi Turun Tangan

Willy Haryono • 31 January 2026 12:32

Hanoi: Kepolisian Vietnam meluncurkan penyelidikan pidana terhadap sebuah gudang yang diduga memproduksi kopi palsu berbahan dasar kedelai. Penyelidikan ini dilakukan setelah penggerebekan di Provinsi Lam Dong, wilayah Dataran Tinggi Tengah, awal pekan ini.

Dalam pernyataannya pada Kamis lalu, Kementerian Keamanan Publik Vietnam menyebutkan polisi menyita sekitar 4,1 ton produk kopi palsu serta tiga ton bahan baku selama penggerebekan tersebut.

Pemilik gudang, Luong Viet Kiem, mengakui kepada penyidik bahwa perusahaannya mencampur biji kopi dengan kedelai serta perisa tambahan untuk memproduksi kopi bubuk yang dijual di pasar domestik.

Dikutip dari AsiaOne, Sabtu, 31 Januari 2026, penggerebekan gudang dilakukan setelah polisi menghentikan sebuah truk pada Selasa yang mengangkut 1.056 karung kopi bubuk dengan berat total 528 kilogram tanpa dokumen pendukung. Aparat menyatakan penyelidikan lanjutan masih terus dilakukan.

Vietnam dikenal sebagai produsen terbesar kopi Robusta di dunia. Jenis kopi ini memiliki cita rasa pahit dan banyak digunakan dalam produk kopi instan. Dataran Tinggi Tengah merupakan sentra utama perkebunan kopi nasional.

Seorang pedagang kopi di Provinsi Dak Lak, Nguyen Quang Tho, mengatakan praktik pembuatan kopi palsu bukanlah hal baru di wilayah tersebut. Menurutnya, kopi palsu kerap dibuat dari kedelai, jagung, atau campuran keduanya.

“Kedelai dan jagung memang bahan pangan dan jauh lebih murah dibanding biji kopi asli, tetapi tidak ada yang benar-benar tahu apakah produk kopi palsu ini aman bagi kesehatan,” ujarnya.

Saat ini, petani di Dataran Tinggi Tengah menjual biji kopi dengan harga sekitar 100.100–100.500 dong per kilogram, atau sekitar tiga kali lipat lebih mahal dibanding harga kedelai.

Kasus serupa pernah terjadi pada 2018, ketika polisi menangkap lima orang yang diduga menggunakan bahan kimia baterai untuk mewarnai ampas kopi bekas dan menjualnya sebagai lada hitam.

Vietnam mengekspor sekitar 1,6 juta ton kopi dengan nilai US$8,9 miliar sepanjang tahun lalu. Angka tersebut meningkat 18,3 persen secara volume dan 58,8 persen secara nilai dibanding tahun sebelumnya, berdasarkan data kepabeanan pemerintah.

Baca juga:  10 Negara Penghasil Kopi Terbanyak di Dunia, Indonesia Nomor Berapa?

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)