PBB Sambut Baik Pemulangan Jenazah Sandera Terakhir dari Gaza

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Foto: Anadolu

PBB Sambut Baik Pemulangan Jenazah Sandera Terakhir dari Gaza

Fajar Nugraha • 27 January 2026 19:26

Yerusalem: Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyambut pemulangan jenazah sandera Israel terakhir dari Jalur Gaza dan menegaskan pentingnya penerapan penuh kesepakatan gencatan senjata setelah lebih dari dua tahun konflik yang menghancurkan wilayah tersebut.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menekankan urgensi implementasi gencatan senjata.

“Penerapan penuh pengaturan gencatan senjata di Gaza sangat krusial,” ujarnya.

Otoritas Israel mengonfirmasi bahwa seluruh sandera kini telah dipulangkan dari Gaza setelah jenazah sandera terakhir berhasil diidentifikasi dan direpatriasi. Sebelumnya, pasukan Israel melakukan pencarian di sebuah pemakaman di Gaza utara untuk menemukan jenazah tersebut.

Pemulangan sandera dilakukan secara bertahap sesuai fase pertama kesepakatan gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat dan mulai berlaku pada Oktober. Kesepakatan itu mewajibkan Hamas menyerahkan seluruh sandera yang masih hidup maupun yang telah meninggal.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyatakan pemulangan jenazah tersebut menunjukkan komitmen kelompoknya terhadap kesepakatan. “Penemuan jenazah sandera terakhir menegaskan komitmen Hamas terhadap seluruh ketentuan gencatan senjata,” ucapnya, dikutip dari media The Peninsula, Selasa, 27 Januari 2026.

Di sisi lain, Rumah Sakit Martir Al Aqsa di Gaza tengah melaporkan menerima sembilan tahanan Palestina yang dibebaskan Israel melalui tim Palang Merah. Pembebasan ini merupakan bagian dari pertukaran tahanan dalam kerangka kesepakatan.

Israel juga menyatakan akan membuka kembali Penyeberangan Rafah secara terbatas untuk pejalan kaki setelah pemulangan jenazah sandera terakhir. Penyeberangan Rafah merupakan jalur vital bantuan kemanusiaan, namun telah ditutup sejak Israel menguasainya selama perang.

Administrator baru Gaza, Ali Shaath, mengatakan penyeberangan akan dibuka dua arah pekan ini dan menekankan arti penting Rafah bagi warga Gaza. “Bagi warga Palestina di Gaza, Rafah adalah jalur kehidupan dan simbol harapan,” ujarnya dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos.

Sejumlah warga Gaza menyatakan kekecewaan atas pembukaan yang terbatas tersebut dan berharap akses keluar masuk, termasuk untuk perawatan medis, dapat diperluas. Konflik berkepanjangan membuat Gaza sangat bergantung pada masuknya bantuan medis, pangan, dan kebutuhan dasar lainnya.

(Keysa Qanita)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)