Geng Kriminal Disebut Berkeliaran di Gaza dengan Dukungan Israel

Suasana Gaza yang saat ini telah hancur. Foto: Anadolu

Geng Kriminal Disebut Berkeliaran di Gaza dengan Dukungan Israel

Muhammad Reyhansyah • 30 January 2026 11:22

Gaza: Kelompok-kelompok bersenjata dilaporkan berkeliaran secara bebas di Jalur Gaza dan menggunakan senjata Israel untuk membunuh anggota Hamas maupun warga sipil Palestina, menurut sebuah laporan terbaru. 

Fenomena ini muncul di tengah kekosongan kekuasaan yang semakin terasa setelah Hamas mengalami pelemahan signifikan akibat serangan intensif Israel.

Mengutip The Independent, Jumat, 30 Januari 2026, salah satu kelompok yang disorot dalam laporan tersebut adalah Helles Gang. Media Saudi Asharq Al-Awsat melaporkan kelompok ini memaksa warga Palestina keluar dari sebuah blok perumahan atas permintaan Israel. 

Tindakan tersebut memicu Hamas untuk melakukan penyergapan terhadap sejumlah anggota geng itu di pinggiran Kota Gaza pada Senin pagi.

Masih menurut laporan yang sama, beberapa warga Palestina tewas saat mendekati garis kuning di lingkungan Shejaia dan Tuffah akibat serangan kelompok tersebut.

Perebutan Pengaruh Geng Gaza

Pemimpin geng Helles, Rami Helles, menulis dalam sebuah unggahan Facebook bahwa Raad al-Jamal, salah satu anggota awal kelompok tersebut telah tewas.

Laporan itu menyebutkan bahwa sejumlah geng kriminal lain juga bermunculan dan saling berebut pengaruh. Kelompok-kelompok ini secara sepihak menargetkan tokoh-tokoh senior Hamas, dengan dugaan bahwa sebagian dari mereka mendapat dukungan dari Israel. 

Mereka menamakan diri sebagai “Pasukan Rakyat” atau “Kontraterorisme” dalam upaya melawan Hamas dan faksi lain di wilayah tersebut.

Israel disebut sempat menaruh harapan besar pada kerja sama dengan kelompok paling menonjol yang dipimpin Yasser Abu Shabab, sosok yang dikenal karena kerap menyita bantuan kemanusiaan. Abu Shabab kemudian membentuk kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah-wilayah Gaza yang berada di bawah kendali Israel.

Namun, Abu Shabab akhirnya tewas dibunuh Hamas, dan kepemimpinan kelompok tersebut beralih kepada Ghassan al-Dahini.


Jaringan Geng Pro Israel

Laporan tersebut juga menemukan bahwa kelompok-kelompok bersenjata itu telah melakukan pembunuhan terhadap anggota aparat keamanan Hamas dan Brigade al-Qassam. 

Aksi pembunuhan pertama disebut dilakukan oleh kelompok yang dipimpin Shawqi Abu Nseira. Salah satu korbannya adalah Ahmed ZamZam, seorang perwira Dinas Keamanan Internal Hamas, yang tewas di kamp pengungsi Maghazi di Gaza tengah.

Sumber-sumber yang dikutip Asharq Al-Awsat menyebut para anggota geng di Gaza memperoleh senjata serta pasokan makanan dari Israel. Pada 12 Januari, kepala investigasi Hamas, Mahmoud al-Astal, dilaporkan tewas dalam pembunuhan terencana di Khan Younis oleh kelompok yang dipimpin Housam al-Astal, yang disebut masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.

Kelompok Abu Nseira dan al-Astal dilaporkan menunjukkan loyalitas yang lebih kuat kepada Israel. Sumber-sumber tersebut mengklaim para penyerang mengenakan kamera tubuh, menggunakan pistol berperedam suara, serta bahwa para pemimpin kelompok telah dilatih oleh Mossad dan direkrut oleh Shin Bet.

Pada tahun lalu, jurnalis berusia 28 tahun, Saleh Al-Jafarawi, dilaporkan tewas dibunuh oleh klan Dughmush di tengah bentrokan di kawasan Sabra. Jenazah Al-Jafarawi ditemukan di bak belakang sebuah truk, masih mengenakan rompi antipeluru bertuliskan “press”.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)