Intip Harta Kekayaan Robert Leonard Marbun, Kantongi Rp11,54 Miliar

Sekjen Kementerian Keuangan Robert Leonard Marbun. Foto: Unpaders.

Intip Harta Kekayaan Robert Leonard Marbun, Kantongi Rp11,54 Miliar

Ade Hapsari Lestarini • 27 March 2026 15:21

Jakarta: Robert Leonard Marbun ditunjuk menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggantikan Heru Pambudi.

Pengangkatan Robert sebagai pejabat pimpinan tinggi madya Kemenkeu didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24/TPA/2026 yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 16 Maret 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai Robert memiliki pengalaman dan kompetensi yang mumpuni untuk menjalankan peran sebagai Sekjen Kemenkeu.

"Pak Robert Leonard Marbun kalau kita lihat, juga datang dengan fondasi yang kuat. Beliau punya latar belakang akademik yang lengkap, hubungan internasional sampai ekonomi. Dari segi karier juga sama, pernah di pengawasan dan penegakan hukum. Pernah memimpin wilayah, pernah di fungsi internasional, sampai kebijakan penerimaan negara," ujar dia, dilansir Antara, Jumat, 27 Maret 2026.

Sebelum dilantik menjadi Sekjen Kemenkeu, Robert diketahui mengemban tugas menjadi Staf Ahli bidang Hubungan Kelembagaan di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sejak 2020.

 


Harta kekayaan Robert Leonard Marbun


Mengutip Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Robert memiliki total kekayaan sebesar Rp11.549.008.598. Adapun rincian harta kekayaan Dicky sebagai berikut:
  1. Tanah dan bangunan sebesar Rp4.370.000.000.
  2. Alat transportasi dan mesin Rp538.000.000.
  3. Harta bergerak lainnya Rp50.500.000.
  4. Surat berharga Rp4.171.727.500.
  5. Kas dan setara kas Rp2.435.679.289.
  6. Utang Rp16.898.191.


Robert Leonard Marbun ditunjuk menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Foto: tangkapan layar YouTube.
 

Profil Robert Leonard Marbun


Melansir laman Unpaders, Robert Leonard Marbun lahir di Medan pada 23 Juni 1970. Dia mendapatkan gelar Sarjana Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran.

Robert meraih gelar Master of Policy Analysis (MPA) dari Saitama University, Jepang pada 2000 dan pada 2004 menyelesaikan Doctor of Philosophy in Economics di Kobe University.

Robert pernah menjabat sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Kepabeanan dan Cukai pada Juni 2011. Kemudian, pada Oktober 2012, menjadi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi.

Selanjutnya sejak April 2015 menjabat sebagai Direktur Kepabeanan Internasional hingga pada April 2016 diangkat menjadi Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga. Pada 17 Juli 2018 dipercaya sebagai Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)