Shin Tae-yong Ultimatum Pemain Persija Jangan Malas di Lapangan

Pelatih anyar Persija Jakarta Shin Tae-yong. Dokumentasi Ileague.id

Shin Tae-yong Ultimatum Pemain Persija Jangan Malas di Lapangan

Whisnu Mardiansyah • 18 June 2026 13:41

Jakarta: Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, mengungkapkan pandangannya mengenai karakter pemain yang dibutuhkan untuk membangun skuat Macan Kemayoran pada musim 2026/27. Menurut pelatih asal Korea Selatan tersebut, aspek mentalitas dan kemauan berjuang demi tim menjadi faktor utama yang tidak dapat ditawar, di samping kemampuan teknis.

Shin Tae-yong menegaskan pemain yang dipilih harus memiliki semangat pengorbanan dan etos kerja tinggi di atas lapangan. Dalam sepak bola modern, kerja kolektif dan intensitas permainan menjadi fondasi utama penentu keberhasilan sebuah tim.

"Kami butuh pemain yang mau berkorban untuk tim. Pemain yang merasa 'siapa saya' dengan pundak yang kaku (sombong), tidak mau berkorban untuk tim, hanya berdiri diam dan tidak berlari keras di lapangan. Pemain-pemain seperti itu tidak akan saya pilih. Itulah filosofi yang saya pegang dalam sepak bola," ujar Shin Tae-yong di Jakarta, dikutip Ileague.id, Kamis, 18 Juni 2026.

Ia menjelaskan bentuk nyata pengorbanan tersebut adalah kesediaan pemain untuk bekerja dalam berbagai situasi, seperti membantu pertahanan meski berada di posisi menyerang. Hal itu dinilainya sebagai indikator penting untuk melihat seberapa besar komitmen seorang pemain terhadap kepentingan tim di atas kepentingan pribadi.
 


"Maksud dari mau berkorban untuk tim adalah meskipun dia berada di posisi paling depan (striker), ketika dia kehilangan bola, dia mau turun sampai ke area penalti kami sendiri untuk melakukan tekel, merebut bola, dan membawanya lagi," ucapnya.

Shin Tae-yong menambahkan intensitas dan kerja keras seperti itu mungkin tidak terjadi di setiap momen pertandingan. Namun, kehadiran momen-momen kecil yang menunjukkan sikap rela berkorban akan berdampak besar terhadap kekompakan dan identitas permainan tim secara keseluruhan.


Shin Tae-yong saat diperkenalkan sebagai pelatih kepala baru Persija Jakarta. Foto: Tangkapan layar YouTube Persija.


"Tentu tidak bisa dilakukan setiap saat, tapi jika hal seperti itu muncul satu atau dua kali saja demi tim, itu akan membuat seluruh pemain menjadi satu dan berlari keras bersama," tutupnya.

Selain itu, Shin Tae-yong menilai pembangunan tim yang kuat tidak hanya bergantung pada kualitas individu pemain, tetapi juga pada kesamaan visi dan kesadaran kolektif untuk berjuang bersama.

(Whisnu M)