Jemaah padati Monas untuk menghadiri Haul Ulama dan Habaib Betawi 2026. Foto: Metrotvnews/Muhammad Iqbal Sidiq.
Monas Berselawat, Ribuan Jemaah Padati Haul Ulama Betawi
Muhammad Iqbal Sidiq • 19 June 2026 21:09
Jakarta: Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, menjadi lautan manusia pada Jumat malam, 19 Juni 2026. Puluhan ribu jemaah berbondong-bondong menghadiri Haul Ulama dan Habaib Betawi 2026.
"Luar biasa sekali, bersyukur Pemprov DKI mau memfasilitasi acara haul akbar ini di tempat seperti Monas, jadi jemaah bisa tertampung luas," ujar salah satu warga asal Jagakarsa, Jakarta Selatan, Ahmad Fauzi.
Dari pantauan Metrotvnew.com dilokasi, atmosfer religius terasa sejak sore, saat jamaah hadir mengenakan pakain serba putih. Selanjutnya jamaah diajak shalat magrib dan isya berjamaah.
Baca Juga :
Menuju Kota Global, Jakarta Manfaatkan Teknologi AI Kembangkan Sistem Transportasi Publik
Lantunan selawat juga terus dibunyikan. Hingga pada pukul 19:30 WIB ketika Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno hadir, antusias jamaah juga semakin membara.
Nantinya, akan ada pembawaan tausiyah. Pembacaan shalawat juga akan dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf yang menambah kekhusyukan Haul Akbar ini.
“Masyallah saya gasabar untuk berdoa bersama nanti, mendengar tausiyah tentunya nanti ada Habib Syech juga,” ujar Bayu Iskandar, warga asalah Jakarta Barat.

Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metrotvnews/Muhammad Iqbal Sidiq.
Sejumlah jemaah yang datang bahkan tidak hanya berasal dari Jakarta. Beberapa rela menempuh perjalanan jauh demi bisa menghadiri Haul Akbar ini.
"Rasanya adem dan merinding bisa berselawat bersama ribuan orang di sini, penataan acaranya juga sangat rapi dan tertib," ujar seorang jemaah asal Bogor, Jawa Barat, Nabila Syakieb.
Acara ini nantinya ditutup dengan doa bersama. Masyarakat berharap Haul Akbar seperti ini dapat digelar rutin.
"Semoga dengan berkumpulnya para ulama dan jemaah malam ini, Jakarta selalu dijauhkan dari marabahaya dan tetap menjadi kota yang berkah," ujar seorang warga asal Kemayoran, Jakarta Pusat, Solihin.