Wabah Ebola di Kongo: 75 Tenaga Kesehatan Terinfeksi, 17 Meninggal Dunia

WHO melaporkan 75 tenaga kesehatan terinfeksi Ebola dan 17 meninggal dunia dalam wabah terbaru di RD Kongo. (Anadolu Agency)

Wabah Ebola di Kongo: 75 Tenaga Kesehatan Terinfeksi, 17 Meninggal Dunia

Willy Haryono • 20 June 2026 16:16

Kinshasa:  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa tenaga kesehatan menjadi kelompok yang paling awal terinfeksi dalam wabah Ebola terbaru di Republik Demokratik Kongo.

Dikutip dari Anadolu, Sabtu, 20 Juni 2026, Direktur Kedaruratan WHO Marie Roseline Belizaire mengatakan bahwa 75 tenaga kesehatan telah tertular Ebola sejak wabah tersebut diumumkan pada 15 Mei lalu. Dari jumlah itu, 17 orang dilaporkan meninggal dunia.

“Ini merupakan harga yang sangat mahal yang harus dibayar oleh sistem kesehatan, karena kami tidak memiliki cukup tenaga kesehatan di Republik Demokratik Kongo,” kata Belizaire dalam konferensi pers virtual dari wilayah timur Kongo pada Jumat kemarin.

Menurut WHO, sekitar 90 persen pasien Ebola pada tahap awal tidak menunjukkan gejala pendarahan yang umum dikaitkan dengan penyakit tersebut.

Akibatnya, banyak warga memilih melakukan pengobatan mandiri di rumah, sementara sebagian lainnya mencari bantuan dari tabib tradisional sebelum mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Otoritas kesehatan Kongo melaporkan hampir 900 kasus Ebola yang telah terkonfirmasi, termasuk 232 kematian, yang tersebar di 33 zona kesehatan pada tiga provinsi sejak wabah dimulai.

Lebih dari satu bulan setelah wabah diumumkan, para pejabat kesehatan menyatakan bahwa resistensi masyarakat masih menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya pengendalian penyebaran virus.

Garda Terdepan

Belizaire menegaskan bahwa percepatan respons sangat diperlukan karena kasus baru terus ditemukan di berbagai wilayah.

Penyebaran Ebola saat ini terkonsentrasi di tiga provinsi di bagian timur negara tersebut, yakni Ituri, North Kivu, dan South Kivu. Provinsi Ituri menjadi wilayah yang paling terdampak dengan hampir 95 persen dari total kasus yang dilaporkan.

Jumat kemarin, Menteri Kesehatan Kongo, Roger Kamba, mengunjungi Rumah Sakit Bunia di ibu kota Provinsi Ituri untuk memberikan dukungan kepada tenaga medis yang terlibat dalam penanganan wabah.

Ia memuji dedikasi para dokter dan perawat yang setiap hari berada di garda depan dalam memerangi Ebola.

“Prioritas kami adalah mendeteksi kasus dengan cepat, memberikan pengobatan gratis kepada pasien, dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar bekerja sama dengan tim respons. Penyakit ini memang ada, tetapi dapat dikalahkan jika semua pihak menjalankan perannya,” ujar Kamba.

Pemerintah Kongo bersama WHO dan mitra internasional terus berupaya memperkuat deteksi kasus, pengobatan, serta edukasi masyarakat guna menekan penyebaran wabah yang masih berlangsung.

Baca juga:  Krisis Kemanusiaan di RD Kongo Kian Memburuk Akibat Wabah Ebola

(Willy Haryono)