Peluncuran Indeks Kota Toleran (IKT) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh SETARA Institute di Jakarta. (ANTARA/HO-Humas Pemkot Singkawang)
Singkawang Kembali Raih Peringkat Kedua Kota Paling Toleran se-Indonesia, Ini Posisi Pertamanya
Whisnu Mardiansyah • 23 April 2026 17:28
Singkawang: Kota Singkawang, Kalimantan Barat, kembali mempertahankan peringkat kedua sebagai kota paling toleran di Indonesia. Capaian ini berdasarkan Indeks Kota Toleran (IKT) Tahun 2025 yang dirilis SETARA Institute di Jakarta.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti konsistensi pemerintah daerah bersama masyarakat dalam menjaga dan merawat keberagaman.
"Prestasi ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga nilai-nilai toleransi dan kerukunan di Kota Singkawang," kata Tjhai Chui Mie saat dihubungi di Jakarta seperti dilansir Antara, Kamis, 23 April 2026.
Ia menyampaikan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta partisipasi aktif warga yang menjunjung tinggi sikap saling menghormati di tengah perbedaan.
Kota Singkawang menempati peringkat kedua sebagai kota tertoleran, setelah Salatiga yang berada di peringkat pertama. Sementara itu, peringkat ketiga ditempati Kota Semarang. Kedua kota tersebut berada di Provinsi Jawa Tengah.
Menurut Wali Kota Tjhai Chui Mie, kehidupan masyarakat Singkawang yang multietnis dan multiagama menjadi fondasi kuat dalam membangun suasana kota yang harmonis.
"Kerukunan antaragama, semangat gotong royong, hingga pelestarian tradisi budaya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat," ujarnya.
Wali Kota menegaskan penghargaan tersebut bukan sekadar pengakuan, melainkan tanggung jawab bersama untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat nilai kebinekaan.

Ribuan umat muslim di Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur salat Idulfitri di depan Gereja GMIT Kalvari Maumere. (Metro TV/ Ignas Kunda)
"Keberagaman adalah identitas Singkawang. Kami berkomitmen menciptakan ruang yang inklusif bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang," katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga kondusivitas dan keharmonisan kota.
Dengan capaian tersebut, ia berharap Singkawang dapat terus mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas toleransi, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kota yang damai dan berdaya saing berbasis keberagaman.