Iran: Agresi AS-Israel Rusak Hampir 150 Situs Sejarah dan Budaya

Istana Golestan di Teheran rusak akibat serangan Israel. Foto: Press TV

Iran: Agresi AS-Israel Rusak Hampir 150 Situs Sejarah dan Budaya

Dimas Chairullah • 24 April 2026 12:05

Teheran: Kementerian Warisan Budaya, Pariwisata, dan Kerajinan Tangan Iran melaporkan bahwa rentetan serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah menyebabkan kerusakan parah pada 149 monumen bersejarah dan budaya yang tersebar di 20 provinsi.

Mengutip laporan Press TV, kerusakan tersebut mencakup lima lokasi yang berstatus sebagai Situs Warisan Dunia, tujuh bangunan bersejarah, dan 54 museum peninggalan masa lalu.

Berdasarkan data terbaru, Provinsi Teheran menjadi wilayah dengan kerusakan terparah, di mana 70 monumen bersejarah dilaporkan terdampak. Wilayah lain yang juga mengalami kerugian masif adalah Isfahan dengan 27 monumen, disusul Kurdistan dengan 13 monumen. Kerusakan peninggalan sejarah di wilayah lainnya tercatat di Khuzestan (12 monumen), Kermanshah (5), Lorestan (4), dan Qom (3).

Eskalasi yang disebut Teheran sebagai agresi tanpa provokasi ini bermula pada 28 Februari lalu. Serangan udara gabungan tersebut tidak hanya menewaskan sejumlah pejabat dan komandan militer senior Iran, tetapi juga menyasar infrastruktur sipil, kawasan permukiman, institusi pendidikan, hingga peninggalan warisan budaya.

Sebagai respons, angkatan bersenjata Iran mengklaim telah melancarkan 100 gelombang serangan balasan yang sukses membidik target-target strategis AS dan Israel di kawasan tersebut.

Secara terpisah, Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani, melontarkan kecaman keras atas perusakan infrastruktur negaranya.

Melansir Press TV, Jumat, 24 April 2026, Iravani menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas antariksa dan jaringan komunikasi sipil Iran merupakan wujud nyata dari "tindakan terorisme negara."

Pernyataan tersebut disampaikan Iravani melalui surat resmi yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB dan Presiden Dewan Keamanan PBB pada Rabu 22 April. Dalam suratnya, ia menuding rezim agresor secara sengaja membidik pusat-pusat sipil, fasilitas medis dan kesehatan, hingga institusi ilmiah Iran.

Lebih lanjut, Iravani merinci deretan fasilitas vital yang menjadi target serangan. Fasilitas tersebut meliputi pusat antariksa di sejumlah universitas, Institut Penelitian Antariksa, Institut Penelitian Sistem Satelit, Institut Penelitian Transportasi Antariksa Tingkat Lanjut, Institut Penelitian Propulsi Antariksa, hingga Pusat Antariksa Mahdasht.

Kerusakan juga dialami oleh peralatan sistem kendali darat satelit di Observatorium Khayyam, serta 30 stasiun pemancar terestrial milik Lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB).

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)