Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Mathla'ul Anwar periode 2026–2031 Jazuli Juwaini. Istimewa
Ormas Islam Mathla'ul Anwar Didorong Berperan Aktif di Tingkat Nasional dan Global
Whisnu Mardiansyah • 13 April 2026 20:48
Serang: Muktamar Mathla'ul Anwar XXI di Kota Serang, Banten menetapkan Jazuli Juwaini sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) MA periode 2026–2031. Ia didampingi oleh KH Embay Mulya Syarif yang ditetapkan sebagai Ketua Majelis Amanah PB MA.
Dalam sambutannya, Jazuli membawa visi baru untuk membawa Mathla'ul Anwar tidak hanya kuat secara historis, tetapi juga relevan, strategis, dan berpengaruh di tingkat nasional maupun global. Jazuli menegaskan Mathla'ul Anwar harus menjadi rumah pengabdian, bukan alat kepentingan.
"Mathla'ul Anwar harus kita besarkan bersama. Jangan mencari hidup dari MA, tetapi mari kita hidup untuk MA. Jauhkan kepentingan pribadi, kokohkan pengabdian untuk memajukan pendidikan, dakwah, dan sosial," tegas Jazuli Juwaini di Serang, Senin, 13 April 2026.
Ia menekankan transformasi organisasi hanya dapat berjalan jika ditopang oleh soliditas internal. Persatuan dan kekompakan seluruh elemen Mathla'ul Anwar menjadi fondasi utama dalam mewujudkan lompatan besar organisasi ke depan.
Jazuli ingin organisasi Mathla'ul Anwar naik level dengan membawa tujuh agenda besar transformasi. Pertama, penguatan peran nasional dan global. Mathla'ul Anwar diarahkan menjadi kekuatan nasional sekaligus mitra strategis negara. Organisasi ini mampu mempengaruhi kebijakan publik serta aktif dalam jejaring internasional melalui diplomasi organisasi dan kemitraan lintas negara.
Kedua, transformasi pendidikan Mathla'ul Anwar akan didorong menjadi lebih unggul, modern, dan adaptif terhadap kebutuhan zaman. Lembaga pendidikan juga terintegrasi dengan sistem pendidikan nasional dan global guna mencetak generasi berdaya saing tinggi.
Ketiga, akselerasi kaderisasi dan kepemimpinan. Di mana, Kader Mathla'ul Anwar diharapkan mampu menempati posisi strategis di berbagai sektor, termasuk pemerintahan, politik, dan dunia profesional. Kontribusi organisasi diharapkan semakin luas dan nyata.
Keempat, penguatan dakwah ahlu sunnah wal jamaah akan dikembangkan secara lebih adaptif dan kontekstual. Pemanfaatan kemajuan teknologi dan digital dilakukan guna menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efektif.
Kelima, ekspansi peran sosial Mathla'ul Anwar akan memperluas jangkauan pelayanan sosial melalui program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program tersebut meliputi sektor ekonomi, kesehatan, dan pendidikan untuk memperkuat eksistensi organisasi sebagai kekuatan sosial umat.

Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Banten sekaligus kader Mathla’ul Anwar, Jazuli Juwaini
Keenam, kolaborasi dan ekosistem kemitraan. Penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi, dunia industri, pemerintah, dan lembaga nasional internasional menjadi kunci. Kerja sama ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas kontribusi organisasi.
Terakhir, penguatan Islam moderat dan diplomasi global. Mathla'ul Anwar mengedepankan nilai-nilai Islam wasathiyah. Organisasi ini diharapkan tampil sebagai kekuatan moderat yang membawa pesan damai, inklusif, dan berkemajuan di tingkat global.
Jazuli optimistis dengan semangat kolektif dan kerja bersama. Ia meyakini Mathla'ul Anwar mampu melampaui peran historisnya dan menjadi organisasi yang unggul dalam kontribusi, luas dalam jejaring, serta besar dalam pengaruh.
"MA Naik Level adalah gerakan bersama. Ini bukan sekadar slogan, tetapi panggilan untuk bersatu, bertransformasi, dan menghadirkan manfaat MA yang lebih besar bagi umat dan bangsa," kata Jazuli Juwaini.