Ilustrasi: Pexels
El Nino Godzilla 2026: Definisi, Penyebab, dan Dampaknya bagi Indonesia
Riza Aslam Khaeron • 14 April 2026 09:05
Jakarta: Indonesia bersiap menghadapi ancaman iklim yang mengkhawatirkan pada April 2026. Memasuki musim kemarau, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi akan terjadi fenomena El Nino 'Godzilla' yang akan berlangsung hingga Oktober 2026.
Lantas, apa itu El Nino “Godzilla” dan dampak apa yang akan ditimbulkan? Mengutip dari berbagai sumber, berikut penjelasannya!
Apa Itu El Nino Godzilla?
Melansir laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), El Nino adalah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normal yang terjadi di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur.Istilah Godzilla dipakai lantaran kenaikan suhu diprediksi mencapai angka ekstrem (di atas 2 hingga 3 derajat Celcius) dan bertahan dalam waktu lama. Kekuatan 'Godzilla' merujuk pada besarnya energi panas yang dilepaskan ke atmosfer, kemudian mengganggu pola cuaca global secara masif.
Menanggapi fenomena ini, Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi, IPB University, Sonni Setiawan menjelaskan bahwa kondisi ini masuk kategori El Nino super dengan intensitas sangat kuat. Fenomena ini pernah terjadi pada 1982, 1997, dan 2015 dengan dampak besar seperti kekeringan ekstrem dan kebakaran hutan.
“El Nino Godzilla mengacu pada super El Nino, yakni saat suhu muka laut di Pasifik bisa naik sekitar 2,5 derajat Celcius bahkan lebih di atas kenaikan suhu muka laut pada kejadian El Nino biasa dan El Nino Godzilla ini biasanya berlangsung rata-rata selama satu tahunan," jelas Sonni mengutip laman IPB University, Senin, 13 April 2026.
Ia juga mengaitkan potensi super El Nino dengan aktivitas sunspot atau bintik hitam pada matahari. Kendati, kajian tersebut masih memerlukan data panjang dan ruang yang lebih luas agar penjelasan ilmiahnya semakin kuat.
“Berdasarkan data sunspot dan data curah hujan di 72 stasiun Pulau Jawa selama 35 tahun menunjukkan bahwa intensitas El Nino dapat diperkuat oleh sunspot,” kata Sonni.
| Baca Juga: Hadapi Kemarau dan El Nino 2026, Pemerintah Siapkan Langkah Strategis |
Dampak dari El Nino
Terdapat berbagai dampak yang ditimbulkan dari fenomena El Nino. Pengkampanye Pangan dan Ekosistem Esensial Eksekutif Nasional WALHI, Musdalifah, menyampaikan ketika terjadi El Nino akan timbul kondisi kekeringan ekstrem bahkan dapat berdampak pada krisis air bersih.“Ketika terjadi El Nino kondisi kekeringan semakin ekstrem yang berdampak pada krisis air bersih, gagal panen dan mengalami krisis pangan,” ujar Musdalifah, mengutip laman resmi WALHI, Senin, 13 April 2026.
Ia juga menyampaikan bahwa kekeringan dan fenomena El Nino dapat memberikan dampak serius terhadap produksi pangan di Indonesia, terutama melalui penurunan curah hujan dan peningkatan risiko kekeringan.
Menurut analisa WALHI, terdapat beberapa wilayah yang akan mengalami kekeringan sedang, berat, hingga ekstrem. Wilayah yang paling rentan terhadap kekeringan berada di Provinsi:
- Nusa Tenggara Barat (NTB)
- Nusa Tenggara Timur (NTT)
- Kalimantan
Imbauan BMKG
Menghadapi kemarau panjang dan El Nino, BMKG mengimbau masyarakat untuk memantau pembaruan cuaca melalui laman resmi dan sosial media @infobmkg, sehingga dapat mengetahui informasi cuaca terkini hingga peringatan dini bencana alam.(Surya Mahmuda)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com