Dapur Umum Hadir untuk Warga Terdampak Gempa di Manggarai Barat

Baguna PDIP DKI Jakarta buka dapur umum untuk warga terdampak dempa di Manggarai Barat, NTT. Foto: Dok/Istimewa

Dapur Umum Hadir untuk Warga Terdampak Gempa di Manggarai Barat

Misbahol Munir • 28 August 2026 16:24

Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta turun membantu warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tim yang dipimpin Kepala BAGUNA DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, membuka dapur umum dan menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi warga.

Hardiyanto Kenneth atau yang akrab disapa Bang Kent bersama tim menyambangi warga di Dusun Terang 1 dan Dusun Terang 2, Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Selain meninjau kondisi warga, BAGUNA DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta membuka dapur umum yang menyediakan sekitar 1.000 porsi makanan siap saji setiap hari.

Bantuan lain yang disalurkan meliputi 30 unit tenda regu berukuran 3 x 4 meter, tas sekolah, alat tulis, serta makanan pendamping bergizi bagi anak-anak di pengungsian. Pelayanan dan dukungan kepada warga terdampak dilakukan selama 24 jam sejak 23 Agustus hingga 4 September 2026.

Bang Kent mengatakan bantuan bagi korban bencana tidak hanya berupa kebutuhan material, tetapi juga kehadiran dan dukungan moral bagi masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit.

“Bagi kami, ketika saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur sedang menghadapi musibah, tidak ada alasan untuk berdiam diri. Gempa bumi bukan hanya merusak bangunan, tetapi juga mengguncang kehidupan masyarakat,” ujar Kent dalam keterangannya, Jumat, 28 Agustus 2026.
 


Menurutnya, warga terdampak membutuhkan rasa aman, dukungan moral, serta kepastian bahwa mereka tidak menghadapi bencana seorang diri.

“Kami datang bukan semata-mata membawa bantuan logistik. Kami ingin menyampaikan pesan bahwa saudara-saudara kita di NTT tidak sendiri. Ada sesama anak bangsa yang peduli dan ingin hadir untuk membantu meringankan beban mereka,” kata Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.

Kent menegaskan semangat gotong royong perlu diwujudkan secara nyata dalam penanganan bencana. Ia mengajak berbagai elemen masyarakat ikut membantu warga terdampak sesuai kemampuan masing-masing.

“Dalam situasi bencana, gotong royong bukan sekadar slogan. Gotong royong adalah kekuatan yang membuat masyarakat mampu bertahan dan bangkit. Karena itu, siapa pun yang memiliki kemampuan untuk membantu, mari mengambil bagian,” tutur Kent.


TNI kirim bantuan untuk korban gempa di NTT. Foto: Dok/Puspen TNI

Perhatian juga diberikan kepada kelompok rentan, khususnya anak-anak di pengungsian. Bantuan tas sekolah, alat tulis, dan makanan pendamping bergizi diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka selama masa tanggap dan pemulihan.

“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban warga, menghadirkan rasa aman, dan menjadi penguat bagi mereka untuk kembali bangkit,” ujarnya.
 
Kent mengatakan kegiatan kemanusiaan tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri agar kader terus memperkuat kerja-kerja kemanusiaan melalui BAGUNA dan hadir di tengah masyarakat.

“Pesan Ibu Ketum Megawati Soekarnoputri, seluruh kader harus membantu rakyat dengan seluruh pikiran dan tenaga. Dan juga hindari sikap lupa pada rakyat saat sudah menjabat anggota dewan atau kepala daerah. Teruslah melakukan pergerakan turun ke bawah, untuk menangis dan tertawa bersama rakyat,” kata Kent.

Ia memastikan BAGUNA DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta akan terus terlibat dalam kegiatan kemanusiaan, khususnya membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“BAGUNA hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa pesan persaudaraan. NTT tidak sendiri. Kita bersama-sama, kita gotong royong, dan kita bangkit bersama,” pungkas Kent.

(Misbahol Munir)