Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov dalam konferensi pers di kediamannya di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026. (Metrotvnews.com)
Dubes Rusia Tanggapi Masuknya Pengiriman Tahap Pertama Minyak Ke Indonesia
Muhammad Reyhansyah • 26 August 2026 19:02
Jakarta: Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menanggapi informasi mengenai pengiriman tahap pertama minyak Rusia yang telah tiba di Indonesia.
Ia menyebut pasokan tersebut merupakan transaksi komersial yang dilakukan perusahaan minyak dan gas Rusia.
"Ini sepenuhnya bersifat komersial. Bukan kedutaan saya yang menjual minyak, bukan negara Rusia atau pemerintah Rusia, melainkan perusahaan-perusahaan minyak dan gas Rusia," kata Dubes Tolchenov dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.
Dubes Tolchenov mengatakan dirinya mengetahui informasi mengenai kedatangan pengiriman tahap pertama setelah membaca pemberitaan media lokal mengenai pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
"Saya percaya dia mengatakan yang sebenarnya. Ini benar-benar telah terjadi," ujarnya.
Menurutnya, rincian kontrak pasokan minyak merupakan informasi komersial yang bersifat rahasia. Karena itu, dia tidak mengungkapkan angka maupun detail transaksi tersebut.
Selain minyak, Dubes Rusia itu menyebut komoditas lain seperti gandum dan pupuk juga masuk ke Indonesia. Ia mengatakan perdagangan bilateral Rusia-Indonesia tumbuh 16 persen pada periode Januari-Juni 2026 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
"Jangan tanyakan kepada saya angka konkretnya. Yang paling penting bagi saya adalah kerja sama ini terus berlanjut, dan saya berharap akan terus berlanjut," kata dia.
Potensi Kontrak Baru
Dubes Tolchenov juga membuka kemungkinan sejumlah kontrak baru Rusia-Indonesia ditandatangani di sela-sela Eastern Economic Forum (EEF) di Vladivostok pada September mendatang."Saya sudah mendengar, tetapi mohon bersabar. Kemungkinan beberapa kontrak akan ditandatangani di Vladivostok di sela-sela Eastern Economic Forum," ujarnya.
Ia mengatakan jika pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin berlangsung di sela-sela EEF, kedua pemimpin dapat membahas upaya memperkuat kerja sama bilateral di berbagai bidang.
Sebelumnya, Bahlil menyebut impor minyak mentah Rusia tahap pertama telah tiba di Indonesia, sementara tahap kedua sedang berjalan.
"(Impor) tahap pertama sudah (tiba). Tahap kedua lagi berjalan," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dilansir dari Antara.
Bahlil juga mengatakan pemerintah tengah menyiapkan kontrak jangka panjang untuk pasokan minyak Rusia.
Pengadaan dilakukan pemerintah melalui Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), bukan PT Pertamina (Persero), dengan mekanisme tersebut membuka peluang transaksi antarpemerintah atau government to government (G to G).
Baca juga: Bahlil Siapkan Kontrak Jangka Panjang Impor Minyak Rusia