Kondisi wilayah di Nepal usai dihantam banjir bandang. Foto: The New York Times
Jumlah Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-Tiongkok Meningkat jadi 469 Jiwa
Fajar Nugraha • 28 August 2026 10:46
Kathmandu: Korban meninggal akibat banjir bandang yang melanda Nepal dan Tiongkok terus bertambah.
Pada pembaruan terakhir, jumlah korban tewas yang dilaporkan oleh pihak Kepolisian Nepal naik menjadi 469 orang. Sementara sungai yang tersumbat puing berisiko meluap kembali.
“Angka ini meningkat 80 jiwa sejak pembaruan terakhir, di tengah upaya pencarian dan pemulihan yang terus dilakukan tim penyelamat di wilayah yang dilanda bencana tersebut. Lebih dari 1.300 orang masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan wisatawan dari India, AS, Inggris, Australia, dan Kanada,” sebut laporan dari Guardian, Jumat 28 Agustus 2026.
Perdana Menteri Nepal, Balen Shah, pada hari Kamis juga mengunjungi Bidur di distrik Nuwakot untuk meninjau lokasi-lokasi yang terdampak.
Menurut Dewan Pariwisata Nepal, lebih dari 650 wisatawan asing dan lokal dilaporkan hilang di wilayah perbatasan sisi Nepal.
Mereka yang hilang termasuk 65 warga AS, 53 warga Ukraina, 51 warga Malaysia, 35 warga Australia, 33 warga Inggris, 25 warga Kanada, masing-masing sembilan warga Singapura dan Korea Selatan, serta delapan warga Jerman.
Pemerintah India pada hari Kamis menyatakan bahwa 288 warganya "tidak dapat dihubungi" di wilayah Nepal pascabencana alam tersebut.
Otoritas di Beijing mengonfirmasi tiga kematian dan menyatakan 558 orang masih hilang di Tibet—wilayah yang oleh Beijing disebut sebagai Daerah Otonom Xizang.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Lin Jian, mengatakan bahwa 260 warga negara asing termasuk di antara mereka yang hilang. Kementerian Luar Negeri Tiongkok juga menyatakan bahwa 100 warga negara Tiongkok hilang di wilayah perbatasan sisi Nepal akibat banjir bandang.
Komunikasi terputus
Pemerintah Nepal menetapkan Rasuwa, Nuwakot, dan Dhading sebagai "wilayah krisis bencana" selama tiga bulan.Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana meminta operator helikopter dan drone untuk mengoordinasikan upaya penyelamatan dengan pemerintah distrik, aparat keamanan, dan pemerintah daerah.
Pihak otoritas juga mengimbau warga yang terjebak untuk menyalakan api dan membuat kepulan asap sebagai tanda lokasi keberadaan mereka.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, mengatakan kepada wartawan bahwa warga India yang hilang termasuk 73 pekerja Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Trishuli-1. "Jalur komunikasi di wilayah tersebut telah terputus total, sehingga sulit untuk menghubungi orang-orang yang berada di lokasi," kata Jaiswal.