Tahanan Palestina di Penjara Israel hadapi penyiksaan. Foto: Anadolu
Tahanan Palestina Hadapi Kelaparan dan Pengabaian Medis di Penjara Israel
Fajar Nugraha • 3 August 2026 10:05
Ramallah: Para tahanan Palestina menghadapi kelaparan, pengabaian medis, penyerangan, isolasi, dan kekurangan perlengkapan kebersihan di tengah wabah kudis yang meluas di penjara Israel.
“Kondisi para tahanan Palestina di Penjara Megiddo, Israel menghadapi kekurangan makanan dan perawatan medis serta kondisi hidup mereka terus memburuk,” ujar pernyataan The Commission of Detainees’ Affairs, seperti dikutip dari Anadolu, Senin 3 Agustus 2026.
Komisi itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pengacaranya mengunjungi para tahanan di fasilitas tersebut dan mendokumentasikan kondisi yang digambarkan sebagai "buruk."
Komisi tersebut menyoroti kasus Mohammed Sawafta, 20 tahun, dari provinsi Tubas di Tepi Barat yang diduduki, yang telah ditahan sejak 17 Juni 2025.
“Sawafta menderita radang sendi dan infeksi virus yang menyerang perut dan matanya,” ungkap pihak Komisi.
Meskipun ia menerima perawatan untuk infeksi mata, ia masih membutuhkan alat bantu jalan, tambah pernyataan itu.
Komisi mengatakan para tahanan Palestina di penjara tersebut telah kehilangan berat badan karena kekurangan makanan.
Pihak berwenang penjara juga memindahkan mereka saat tangan mereka diborgol, sehingga menghambat kemampuan mereka untuk menandatangani dokumen atau menggunakan telepon selama pertemuan dengan pengacara mereka, kata laporan itu.
Para tahanan juga kekurangan perlengkapan kebersihan dan memiliki akses yang tidak teratur ke air untuk mandi, yang tersedia sekitar satu jam sehari, menurut pernyataan tersebut.
Laporan itu menambahkan bahwa para tahanan diizinkan keluar dari sel mereka tidak lebih dari satu jam sehari pada waktu yang tidak teratur.
Organisasi tahanan Palestina mengatakan para tahanan di penjara Israel menghadapi kelaparan, pengabaian medis, penyerangan, isolasi, dan kekurangan perlengkapan kebersihan di tengah wabah kudis yang meluas.
Lebih dari 100 tahanan Palestina telah meninggal dalam tahanan Israel sejak Oktober 2023, dengan identitas 91 di antaranya diumumkan pada akhir Juni 2026, menurut organisasi tersebut.
Menurut kelompok hak asasi manusia Palestina dan Israel, sekitar 9.500 warga Palestina ditahan di penjara-penjara Israel, termasuk 94 wanita dan lebih dari 350 anak-anak.