Ilustrasi SMK. Foto: Pexels/Samweld TV
Tren Lulusan SMK Berkuliah Meningkat: Jadi Strategi Masuk PTN?
Muhamad Marup • 31 July 2026 14:03
Jakarta: Tren lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengalami peningkatan. Meski dominasi lulusan tetap bekerja, tren tersebut memunculkan fenomena masuk SMK sebagai strategi berkuliah di perguruan tinggi negeri (PTN).
Direktur SMK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Arie Wibowo Khurniawan, mengatakan, jumlah lulusan SMK tahun 2025 yang melanjutkan kuliah berada di kisaran 15-20 persen. Menurutnya, kecenderungan lulusan SMK berkuliah terjadi di kota-kota besar.
"Buat penduduk yang di kota-kota besar, di mana orang tua itu banyak menyekolahkan anak itu di SMK, tapi untuk kuliah," ujar Arie, dalam konferensi pers, di Jakarta, Kamis, 31 Juli 2026.

Direktur SMK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Arie Wibowo Khurniawan. Foto: Metrotvnews.com/Marup
Ia belum bisa memastikan apakah hal tersebut menjadi semacam strategi para orang tua agar anaknya bisa masuk PTN. Pasalnya, masuk PTN melalui SMA kesempatannya jauh lebih kecil.
"Saya nggak tahu apakah itu merupakan strategi agar bisa diterima di PTN ya," jelasnya.
Ia menerangkan, PTN bukan berarti kampus atau jurusan yang tidak sesuai lulusan SMK. Menurutnya, PTN akademik seperti universitas juga memiliki kampus vokasi yang bisa menjadi tujuan lulusan SMK.
"Jadi kan di PTN itu ada juga kampus-kampus vokasi," katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin mengatakan pilihan bekerja atau kuliah tidak hanya bagi siswa SMK, tapi juga SMA. Meski demikian, ia tidak memungkiri adanya kenaikan tren lulusan SMK yang berkuliah, meski dominan memilih bekerja atau berwirausaha.
"Misalnya ada di satu SMK, dari rombongan 500 (lulusan) itu semuanya sudah "di-booking" oleh perusahaan. Tapi, saya nemu 10 orang yang gak ambil kerjaannya karena diterima PTN," ucapnya.
"Jadi, mostly, ketika pilihannya antara bekerja sama diterima di PTN, dan ekonomi keuangan juga mendukung gitu ya, maka ada kecenderungan, ya kuliah saja dulu," tuturnya.