Disdik Kabupaten Bulungan kembali menerapkan PJJ atau belajar dari rumah (BDR) imbas kualitas udara sangat tidak sehat akibat kabut asap karhutla.
Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat di Bulungan, Disdik Terapkan PJJ
Lukman Diah Sari • 17 September 2026 22:03
Tanjung Selor: Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), kembali menerapkan sistem Belajar Dari Rumah (BDR) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan ini menyusul kualitas udara yang sangat tidak sehat imbas kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Berdasarkan ISPU pada hari Kamis, 17 September 2026 pukul 12.00 Wita sangat tidak sehat dan informasi hasil pengamatan yang diwakili beberapa kecamatan oleh satuan pendidikan maka kita menerapkan BDR/PJJ selama dua hari, 18-19 September,” ujar Kepala Disdik Bulungan, Suparmin, di Tanjung Selor, Kamis, 17 September 2026.
“Bagi satuan pendidikan yang tidak terdampak dan tidak masuk dalam edaran ini disilakan untuk menyesuaikan,” kata dia.
Suparmin juga mengingatkan sekolah penerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG) agar segera berkoordinasi dan menyampaikan informasi penerapan PJJ ini kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masing-masing.
“Informasi penerapan BDR/PJJ ini berlaku selama dua hari, 18-19 September dan akan dievaluasi serta diinfokan ulang jika ada perubahan dan kualitas udara membaik,” tambahnya.
.jpeg)
Ilustrasi-Kabut asap dengan jarak pandang sekitar 1000 meter menutup kawasan Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Kamis, 20 Agustus 2026. ANTARA/HO-Bandara Muhammad Sidik
Secara terpisah, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan, Magdalena Sidauruk, mengonfirmasi kondisi udara di wilayah Tanjung Selor yang masuk kategori sangat tidak sehat.
“Kondisi kualitas udara dengan alat PM2.5 wilayah Tanjung Selor pada siang hari tadi menunjukkan nilai konsentrasi 152.0 µg/m³ dengan status sangat tidak sehat,” ujar Magdalena.
Ia menjelaskan, meski hujan sempat mengguyur Tanjung Selor dan sekitarnya, kualitas udara kembali memburuk imbas sebaran asap polutan dari wilayah lain.
“Hujan memang sudah terjadi, namun kualitas udara di Tanjung Selor kembali terpantau dalam kondisi sangat tidak sehat. Hal ini bukan hanya dipengaruhi oleh kondisi di Tanjung Selor, tetapi juga karena kiriman polutan dari luar wilayah,” pungkasnya.