UE mendesak AS mempertimbangkan kembali penolakan visa terhadap delegasi Palestina menjelang Sidang Umum ke-81 PBB. (Anadolu Agency)
Uni Eropa Desak AS Cabut Penolakan Visa Delegasi Palestina di Sidang PBB
Willy Haryono • 19 September 2026 18:59
Brussels: Uni Eropa mendesak Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan kembali keputusan menolak visa anggota delegasi Palestina menjelang Sidang Umum ke-81 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.
Layanan Aksi Eksternal Uni Eropa (EEAS) menyatakan menyesalkan keputusan AS yang kembali menolak pemberian visa kepada sejumlah pejabat Palestina untuk menghadiri sidang tahunan Majelis Umum PBB.
Juru Bicara EEAS untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Uni Eropa Anouar El Anouni mengatakan keputusan tersebut perlu dipertimbangkan kembali dengan mempertimbangkan status AS sebagai negara tuan rumah markas besar PBB.
“Dengan mempertimbangkan perjanjian yang ada antara AS dan PBB mengenai markas besar serta kewajibannya sebagai negara tuan rumah, kami mendesak Amerika Serikat agar keputusan ini dipertimbangkan kembali,” kata El Anouni, dilansir dari Anadolu Agency, Sabtu, 19 September 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan menjelang sesi tingkat tinggi tahunan Majelis Umum PBB yang dijadwalkan berlangsung pekan depan di New York.
Visa Mahmoud Abbas Ditolak
Pemerintahan AS mempertahankan pembatasan visa terhadap sejumlah pejabat senior Palestina, termasuk Presiden Palestina Mahmoud Abbas, untuk tahun kedua berturut-turut.Pada 17 September, Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi dengan suara 152-3 yang memungkinkan Abbas menyampaikan pidato pada sidang mendatang melalui tautan video setelah AS menolak memberikan visa kepadanya.
Resolusi tersebut disahkan menjelang pembukaan Sidang Umum ke-81 PBB.
Penolakan visa terhadap delegasi Palestina menjadi persoalan tersendiri menjelang pertemuan tingkat tinggi para pemimpin dunia di New York. Keputusan Majelis Umum PBB untuk memungkinkan Abbas berbicara melalui video menjadi jalan alternatif agar Presiden Palestina tersebut tetap dapat menyampaikan pernyataannya tanpa hadir secara langsung di ruang sidang.
Baca juga: Jelang Sidang Umum PBB, AS Perpanjang Sanksi Visa Pejabat Palestina