Tim Siaga Karhutla Parimo Padamkan Kebakaran Lahan di Moutong Barat

Tim terpadu berupaya memadamkan api di kebun milik warga mengunakan sejumlah mobil pemadam kebakaran di Desa Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Kamis (17/9/2026). ANTARA/HO-BPBD Parigi Moutong

Tim Siaga Karhutla Parimo Padamkan Kebakaran Lahan di Moutong Barat

Lukman Diah Sari • 17 September 2026 19:56

Parigi: Tim terpadu siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kekeringan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), berhasil memadamkan api yang membakar lahan kebun kelapa milik warga di Desa Moutong Barat.

"Lahan terdampak karhutla kurang lebih 1 hektare. Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Moh Rivai, di Parigi, Kamis, 17 September 2026.

Rivai menjelaskan, Parimo merupakan salah satu daerah rawan karhutla dan kekeringan di Sulteng sehingga potensi kebakaran di lahan kering sangat tinggi. Kebakaran di Moutong Barat terjadi sekitar pukul 13.20 WITA dan tim langsung bergerak usai menerima laporan pada pukul 13.45 Wita.

"Meski tidak menimbulkan dampak, namun peristiwa itu dapat mengancam lahan lainnya dan menimbulkan titik api baru bila tidak cepat diisolasi," ujarnya.

Di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung, Rivai mengimbau warga bersikap bijak. Masyarakat diminta menghindari pembukaan lahan dengan cara dibakar, segera membersihkan rumput liar kering, menghemat air bersih, dan tidak membuang puntung rokok sembarangan yang bisa memicu titik api.

BPBD Barito Utara bergerak cepat menindaklanjuti laporan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Desa Trahean, Kecamatan Teweh Selatan. ANTARA/HO-BPBD Barito Utara

Dalam operasi ini, tim gabungan yang dilibatkan terdiri dari personel TNI Yonif TP 918/MM, Polri, petugas pemadam kebakaran, aparat desa, dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Parimo.

"Tim mengerahkan sejumlah mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api. Hingga Kamis sore tidak ada titik api baru muncul," ucap Rivai.

Selain menangani karhutla, tim di lapangan juga berfokus menyuplai air bersih guna memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak kekeringan di sejumlah wilayah.

"Rata-rata suplai air bersih kepada warga terdampak di sejumlah desa di Kecamatan Tomini, Bolano, hingga Moutong 4 hingga 8 ribu liter per hari pada masing-masing desa," tuturnya.

(Lukman Diah Sari)