IHSG Selasa Pagi di Level 6.475

Ilustrasi. Foto: MI/Usman Iskandar.

IHSG Selasa Pagi di Level 6.475

Husen Miftahudin • 15 September 2026 09:17

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi hari ini mengalami penurunan signifikan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa, 15 September 2026, IHSG berada di posisi 6.544,774.

Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.08 WIB, IHSG langsung jeblok sebanyak 59,527 poin setara 0,91 persen ke level 6.475,166.

Pada perdagangan pagi ini, sebanyak 279 saham emiten melemah. Sementara, 194 saham lainnya menguat dan 222 saham stagnan.

Untuk sementara, total transaksi yang tercatat hingga pukul 09.08 WIB sebanyak Rp1,519 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 2,804 miliar saham.
 



(Ilustrasi. Foto: MI/Usman Iskandar)
 

IHSG berpotensi rebound


Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memprediksi IHSG pada perdagangan hari ini berpotensi rebound, jika berhasil break di atas resistance 6.550.

"Hati-hati jika gagal break 6.550, potensi kembali koreksi mendekati pengumuman The Fed. Diperkirakan support IHSG 6.450-6.500 dan resist IHSG 6.550-6.600," ungkap Fanny dalam risetnya.

Adapun, indeks utama Wall Street ditutup turun pada Senin, 14 September 2026, tertekan oleh kerugian di Nvidia dan produsen chip lainnya setelah perusahaan AI AS menyuarakan kekhawatiran tentang keselamatan dan menyerukan perlambatan pengembangan AI. Indeks S&P 500 turun 0,48 persen; Nasdaq turun 0,56 persen; dan Dow Jones Industrial Average turun 0,29 persen.

Di sisi lain, pasar saham Asia melemah pada perdagangan Senin, 14 September 2026, seiring kembali melonjaknya harga minyak mentah akibat kekhawatiran gangguan pasokan. Pada saat yang sama, investor bersiap menghadapi potensi kenaikan suku bunga oleh The Fed dan Jepang pekan ini. Harga minyak Brent sempat melonjak sekitar 3 persen bertahan di atas USD100 per barel.

Sementara itu, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup turun 0,1 persen, disertai dengan net sell asing sebesar Rp331 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah ANTM, BMRI, BBCA, BUMI, dan TINS.

(Husen Miftahudin)