Ilustrasi. Foto: kledo.com
Apa Itu Aktiva Lancar? Ini Jenis-Jenis dan Fungsinya bagi Perusahaan
Husen Miftahudin • 20 January 2026 14:59
Jakarta: Aktiva lancar merupakan salah satu komponen penting dalam laporan keuangan yang menunjukkan kekayaan dan kondisi keuangan perusahaan. Aktiva lancar adalah aset perusahaan yang dapat menjadi bahan pertimbangan kreditur atau investor dalam menilai kinerja perusahaan.
Apa itu aktiva lancar?
Merangkum dari Fahum Umsu, aktiva merupakan kumpulan kekayaan atau sumber daya yang dimiliki perusahaan baik berwujud maupun tidak. Aktiva dapat dicairkan dalam bentuk uang serta dapat digunakan untuk menjalankan operasional serta pengembangan bisnis perusahaan.
Sementara itu, aktiva lancar atau aset lancar merupakan aset milik perusahaan yang dapat dengan mudah diubah menjadi uang tunai dalam waktu tidak lebih dari satu tahun, dilansir dari Bizhare. Aset ini sangat penting dalam sebuah perusahaan karena membuktikan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dan menjaga kelancaran operasional bisnis.
Jenis-jenis aktiva
Aktiva terbagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan perannya dalam kegiatan bisnis, berikut rinciannya dilansir dari Bank Mega Blog:
1. Aktiva lancar (current assets)
Aktiva lancar merupakan aset yang mudah dicairkan menjadi uang tunai dalam waktu kurang dari satu tahun dan digunakan untuk kebutuhan operasional sehari-hari. Contohnya seperti kas, piutang, persediaan, dan investasi jangka pendek.2. Aktiva tetap (fixed assets)
Aktiva tetap merupakan aset yang digunakan untuk kegiatan operasional jangka panjang dan tidak untuk dijual dalam waktu dekat. Contohnya seperti tanah, bangunan, mesin, dan kendaraan.3. Aktiva tidak berwujud (intangible assets)
Aktiva tidak berwujud merupakan aset yang tidak memiliki bentuk fisik tetapi bernilai ekonomi bagi perusahaan. Contohnya seperti merek dagang, hak paten, dan lisensi.4. Aktiva investasi (investment assets)
Aktiva investasi merupakan aset berupa investasi jangka panjang untuk memperoleh keuntungan di masa depan. Contohnya seperti saham, obligasi, dan properti investasi yang disewakan.Karakteristik aktiva lancar
Aset milik perusahaan dapat disebut sebagai aktiva lancar jika memiliki karakteristik tertentu. Berikut beberapa ciri utama aktiva lancar dilansir dari Sahabat Pegadaian:
- Nilainya relatif stabil dan tidak terlalu dipengaruhi oleh perubahan kondisi pasar.
- Dapat digunakan untuk memenuhi kewajiban atau kebutuhan dalam jangka pendek.
- Menjadi acuan untuk menilai dan menghitung kesehatan keuangan perusahaan.
- Memiliki tingkat likuiditas tinggi sehingga mudah dicairkan menjadi uang tunai.
- Nilainya jelas dan berperan penting dalam menjaga arus kas tetap lancar.
- Dapat disimpan untuk tujuan perdagangan atau dijual kembali.
| Baca juga: Masuk 2026, Terapkan 5 Kebiasaan Ini agar Finansial Lebih Stabil |

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Contoh aktiva lancar
Berikut merupakan contoh-contoh aktiva lancar dalam perusahaan, dilansir dari Ajaib:
1. Kas
Kas merupakan uang tunai atau saldo di bank yang dapat digunakan kapan saja untuk membiayai operasional perusahaan.2. Piutang
Piutang merupakan tagihan yang ditujukan kepada pelanggan atau pihak lain yang diharapkan dibayar dalam waktu maksimal satu tahun. Contohnya seperti piutang dagang, piutang wesel, dan piutang pendapatan.3. Surat berharga
Surat berharga merupakan aktiva lancar berupa investasi jangka pendek seperti saham atau obligasi yang dapat dijual kembali dengan cepat dan tidak bertujuan untuk menguasai perusahaan lain.4. Beban dibayar di muka
Beban dibayar di muka merupakan biaya yang sudah dibayar di awal untuk jasa atau manfaat yang akan diterima perusahaan di periode berikutnya.5. Persediaan
Persediaan merupakan stok barang atau perlengkapan yang siap dijual atau digunakan dalam proses produksi dan operasional.Manfaat aktiva lancar
Setelah mengetahui definisi hingga contoh-contoh aktiva lancar, berikut merupakan manfaat yang ada di baliknya, dilansir dari Sahabat Pegadaian:
- Digunakan untuk membayar berbagai biaya operasional harian.
- Membantu membayar sewa kantor atau tempat usaha.
- Digunakan untuk membayar gaji dan upah karyawan.
- Memenuhi kewajiban utang jangka pendek.
- Menutup biaya produksi dan operasional.
- Memenuhi pesanan pelanggan.
- Membeli bahan baku dan kebutuhan usaha lainnya. (Alfiah Ziha Rahmatul Laili)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com