Ritual Seblang di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. ANTARA/HO-Pemkab Banyuwangi
Ritual Seblang Bakungan Banyuwangi Jadi Daya Tarik Wisatawan Selama Libur Iduladha
Silvana Febiari • 1 June 2026 09:27
Banyuwangi: Ritual Seblang yang digelar masyarakat Osing di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi salah satu daya tarik wisatawan selama libur panjang Iduladha 2026.
Ritual Seblang Bakungan merupakan tarian sakral yang dibawakan oleh perempuan paruh baya dalam kondisi kehilangan kesadaran. Pada tahun ini, Ritual Seblang dibawakan oleh Isni yang telah berusia 54 tahun.
"Tradisi ini bukan sekadar upaya menjaga warisan leluhur, tapi juga memastikan budaya lokal tetap eksis di tengah modernisasi, dan ini juga menjadi ajang memperkuat semangat gotong royong dan persaudaraan warga," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, dilansir dari Antara, Senin, 1 Juni 2026.
Ipuk menyampaikan apresiasi atas keguyuban warga dalam melestarikan tradisi leluhur yang diyakini telah ada sejak 1639 silam. Pemerintah daerah setempat, katanya, berkomitmen terus mendukung pelestarian Seblang Bakungan sebagai salah satu identitas budaya daerah.
"Tradisi Seblang bisa dijumpai di dua tempat yang menjadi basis Suku Osing, yakni Desa Olehsari dan Kelurahan Bakungan di Kecamatan Glagah," ungkap Ipuk.
Ritual Seblang ini rutin digelar di bulan Zulhijah atau bulan haji, tepatnya sepekan setelah Hari Raya Iduladha. Warga Osing Bakungan mengawali ritual Seblang dengan prosesi kenduri masal di sepanjang jalan Kelurahan Bakungan.

Ritual Seblang di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. ANTARA/HO-Pemkab Banyuwangi
Sebelumnya, warga terlebih dahulu salat Magrib dan salat hajat di masjid setempat sembari memohon untuk keselamatan dan kesejahteraan desa. Kemudian, warga menggelar parade obor yang dibawa berkeliling desa, ini dikenal dengan ider bumi. Di sepanjang jalan itu, tumpeng dengan menu khas pecel pithik dinikmati bersama beralaskan tikar.
Puncak ritual ditandai saat penari Seblang memasuki kondisi kehilangan kesadaran, dan Isni, sang penari terus menari sambil mata terpejam diiringi musik gending seperti Kodok Ngorek dan Seblang Lukinto. Saat menari, Isni diyakini telah dirasuki roh leluhur.
Tarian magis dan ritual yang mengiringinya menjadi tontonan yang memikat ribuan wisatawan yang hadir, termasuk wisatawan asal Hungaria, Gergo Zalatnai.