UNIFIL Catat Lonjakan Serangan Tertinggi di Lebanon sejak Gencatan Senjata

Asap dari serangan Israel di Lebanon. (Anadolu Agency)

UNIFIL Catat Lonjakan Serangan Tertinggi di Lebanon sejak Gencatan Senjata

Willy Haryono • 29 May 2026 17:17

Beirut: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis, 28 Mei 2026, menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya serangan Israel di Lebanon selatan yang menewaskan sedikitnya delapan orang, termasuk anak-anak. Serangan itu juga memicu gelombang pengungsian baru di wilayah selatan Lebanon.

Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan organisasi tersebut khawatir terhadap eskalasi permusuhan dan serangan udara Israel di Beirut selatan serta wilayah Lebanon selatan dan timur.

“Kami kembali mendesak semua pihak untuk menghormati penghentian permusuhan dan menghentikan serangan lebih lanjut,” katanya, dikutip dari media Anadolu Agency, Jumat, 29 Mei 2026.

Media resmi Lebanon melaporkan enam anggota satu keluarga, termasuk anak-anak, tewas akibat serangan drone di jalan raya Adloun, Distrik Zahrani, saat perayaan Iduladha pada Kamis dini hari. Dua orang lainnya juga tewas dalam serangan terpisah terhadap sepeda motor di Kota Tyre.

Serangan lain turut menghantam sebuah apartemen di sebelah timur Sidon dan menyebabkan korban jiwa serta luka-luka. Hingga kini, otoritas setempat belum merilis jumlah pasti korban dari insiden tersebut.

Serangan terjadi sehari setelah militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi bagi wilayah di selatan Sungai Zahrani. Israel menyatakan akan menargetkan posisi kelompok Hizbullah di kawasan tersebut.

Dujarric mengatakan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) mencatat sekitar 670 lintasan proyektil pada Rabu. Jumlah itu menjadi yang tertinggi sejak gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat mulai berlaku pada 17 April.

PBB juga mencatat peningkatan aktivitas militer Israel, termasuk serangan udara, pergerakan kendaraan lapis baja, operasi teknik militer, dan dugaan penyusupan darat di utara Sungai Litani. PBB terus melakukan komunikasi dengan kedua pihak untuk mendorong penurunan eskalasi dan penerapan Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB.

Sementara itu, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) memperingatkan bahwa perintah evakuasi baru dalam 48 jam terakhir telah berdampak pada ratusan ribu warga di selatan Sungai Zahrani. “Keluarga sekali lagi dipaksa meninggalkan rumah mereka dalam kondisi yang tidak manusiawi,” ujar Dujarric. (Keysa Qanita)

Baca juga: Israel Gempur Beirut Jelang Perundingan Gencatan Senjata di Washington

(Willy Haryono)