Italia mengaktifkan darurat kesehatan di Lombardy setelah dua relawan dari Uganda menjadi suspek Ebola. (Anadolu Agency)
Italia Siaga usai Deteksi Dua Kasus Suspek Ebola dari Uganda
Willy Haryono • 26 May 2026 12:48
Milan: Otoritas kesehatan Italia mengeluarkan peringatan darurat kesehatan di wilayah Lombardy setelah dua kasus suspek Ebola terdeteksi di Provinsi Como, Italia utara.
Kedua pasien merupakan relawan kemanusiaan yang baru kembali dari Uganda setelah menjalankan misi selama tiga bulan.
Keduanya diketahui sebagai seorang perempuan asal Lurate Caccivio dan pria dari Bulgarograsso yang kembali ke Italia bersama keluarga mereka dalam 24 jam terakhir.
Mereka mengalami gejala selaras dengan Ebola, seperti demam tinggi, mual, muntah, dan gangguan pencernaan. Keduanya kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Sacco di Milan yang menjadi pusat penanganan penyakit menular berisiko tinggi.
Menteri Kesejahteraan Regional Lombardy Guido Bertolaso mengatakan prosedur darurat telah diaktifkan, namun belum ada konfirmasi resmi mengenai infeksi Ebola.
“Masih belum ada kepastian bahwa ini adalah Ebola,” kata Bertolaso seperti dikutip Euronews, Selasa, 26 Mei 2026.
Kemungkinan Malaria
Menurut Bertolaso, kedua pasien berasal dari wilayah Uganda yang berbatasan dengan Republik Demokratik Kongo dan Rwanda, kawasan yang saat ini dipantau ketat akibat peningkatan kasus Ebola.Meski demikian, tim medis menilai malaria lebih mungkin menjadi penyebab penyakit kedua pasien.
Pasien perempuan berusia 30 tahun dilaporkan mengalami gejala lebih berat, termasuk demam tinggi dan gangguan neurologis ringan, sehingga berpotensi dirawat di unit perawatan intensif (ICU).
Sementara pasien pria berusia 31 tahun mengalami gejala lebih ringan dengan suhu tubuh sekitar 38 derajat Celsius dan gangguan gastrointestinal.
Italia Aktifkan Protokol Ebola
Otoritas kesehatan Italia tetap mengaktifkan protokol pengawasan Ebola karena riwayat perjalanan kedua pasien.Lima anggota keluarga mereka kini juga berada di bawah pengawasan ketat.
Kementerian Kesehatan Italia menegaskan risiko penyebaran Ebola di negara tersebut masih sangat rendah dan sistem kesiapsiagaan nasional tetap berfungsi penuh.
Pemerintah Italia terus memantau situasi bersama otoritas kesehatan Lombardy, Institut Tinggi Kesehatan, Rumah Sakit Sacco Milan, serta Rumah Sakit Spallanzani di Roma.
Komite Keamanan Kesehatan Komisi Eropa juga telah menggelar pertemuan khusus untuk membahas situasi tersebut.
Bertolaso mengkritik beredarnya foto dan informasi kasus secara prematur karena dikhawatirkan memicu kepanikan publik sebelum hasil pemeriksaan resmi keluar.
Sebelumnya, Wali Kota Lurate Caccivio Serena Arrighi telah mengumumkan aktivasi protokol kesehatan kepada warga setempat. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Antisipasi Ebola, Thailand Terapkan Karantina bagi Pelancong Asal Kongo dan Uganda