Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfhi saat melihat kain batik ecoprint di salah satu gerai UMKM di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.)
Pemprov Jawa Tengah Kaji Bus Trans Jateng Diperluas hingga Kudus
Whisnu Mardiansyah • 31 May 2026 20:56
Kudus: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hingga saat ini masih terus mengkaji rencana perluasan layanan Bus Trans Jateng. Rute yang semula hanya beroperasi di Kota Semarang ini direncanakan akan diperpanjang hingga menuju Kabupaten Kudus serta daerah-daerah di sekitarnya.
"Kajian ini mencakup berbagai aspek, mulai dari efisiensi operasional hingga dampaknya terhadap pelaku transportasi yang telah beroperasi lebih dulu," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, di Kudus, seperti dilansir Antara, Minggu, 31 Mei 2026.
Selain memperluas rute, Sumarno mengungkapkan pemerintah juga sedang meneliti kemungkinan penggunaan bus listrik sebagai armada Trans Jateng di masa yang akan datang. Meski demikian, berdasarkan hasil kajian sementara, biaya operasional maupun biaya investasi untuk bus listrik dinilai masih relatif mahal dibandingkan dengan armada konvensional.
"Untuk sementara ini dari hasil kajian yang ada tetapi masih saya minta untuk dikaji ulang biaya operasional bus listrik ternyata lebih tinggi. Hampir dua kali lipat biaya operasionalnya, dan harga pembeliannya juga lebih mahal. Ini perlu ditelaah lebih mendalam lagi," jelas Sumarno.
Sumarno menjelaskan rencana pengembangan rute Trans Jateng menuju wilayah Demak, Jepara, hingga Kudus tidak hanya didasarkan pada kebutuhan masyarakat terhadap transportasi umum, tetapi juga harus mempertimbangkan keberadaan pelaku usaha transportasi yang selama ini sudah melayani jalur tersebut.
Menurut Sumarno, pemerintah wajib memperhitungkan secara saksama dampak kebijakan ini agar tidak merugikan pelaku transportasi lokal yang sudah lebih dahulu beroperasi di rute yang sama.
"Trans Jateng ini tidak hanya sekadar beroperasi, tetapi ada pelaku-pelaku transportasi yang sudah ada sebelumnya. Itu juga harus menjadi bahan pertimbangan yang serius," ujarnya.

Ilustrasi bus listrik. Foto: dok INAPA 2026.
Sumarno mengakui bahwa saat ini usulan untuk mengembangkan jalur Trans Jateng cukup banyak, tidak hanya di wilayah timur Jawa Tengah tetapi juga di kawasan barat. Karena itu, seluruh rencana masih dalam tahap kajian sebelum diputuskan lebih lanjut.
Di sisi lain, kebutuhan terhadap transportasi umum di wilayah Kudus dan sekitarnya dinilai cukup tinggi, mengingat layanan bus antarkota yang tersedia dalam beberapa tahun terakhir semakin berkurang jumlahnya.
Pemerintah berharap hasil kajian yang menyeluruh nantinya dapat menghasilkan kebijakan transportasi publik yang efektif, efisien, serta mampu memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha transportasi yang sudah berjalan.