Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 di Lapangan Satuan Latihan Korbrimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 1 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr
Singgung soal Demokrasi, Prabowo: Kita Butuh Kritik
Gabriella Thesa Widiari • 1 July 2026 11:55
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah membutuhkan kritik. Hal itu sebagai upaya untuk terus menghidupkan demokrasi di Indonesia.
"Kita terus membangun kehidupan demokrasi kita. Kita menghormati kritik. Kritik adalah penting. Kita butuh kritik," kata Prabowo dalam pidatonya di Hari Bhayangkara ke-80 di Satuan Latihan (Satlat) Brimob, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 1 Juli 2026.
Baca Juga :
Dia mengatakan kritikan dibutuhkan untuk memperbaiki diri. Namun, keamanan demokrasi juga harus dijaga, jangan sampai dimanfaatkan kepentingan tertentu.
"Janganlah demokrasi dibajak oleh mereka-mereka yang punya uang banyak. Janganlah demokrasi kita dirusak oleh kepentingan-kepentingan asing," kata Prabowo.
Dia menegaskan perbedaan pendapat jangan sampai berubah menjadi kebencian. Menurut dia, demokrasi di Indonesia harus mengedepankan nilai-nilai persatuan.
"Demokrasi kita harus berciri nilai-nilai bangsa Indonesia. Perbedaan jangan menjadi sumber perpecahan," kata Prabowo.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: dok. Medcom.
Dia mengintruksikan jajaran Polri ikut menjaga demokrasi di Indonesia. Korps Bhayangkara harus mampu menjadi penjaga penyampaian pendapat.
"Menjamin setiap warga negara dapat menyampaikan pendapatnya secara damai dan pada saat yang sama menjaga agar hukum tetap tegak dan ketertiban tetap terpelihara," ujar Prabowo.