Tim Nasional Iran. (Instagram / @teammellifootball)
AS Longgarkan Pembatasan Perjalanan Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Muhammad Reyhansyah • 24 June 2026 18:16
Washington: Pemerintah Amerika Serikat (AS) melonggarkan pembatasan perjalanan terhadap tim nasional Iran di Piala Dunia FIFA 2026 dengan mengizinkan skuad tersebut memasuki wilayah AS dua hari sebelum pertandingan berikutnya.
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyatakan pada Selasa, 23 Juni 2026 bahwa kebijakan baru itu akan berlaku untuk laga Iran melawan Mesir di Seattle pada Jumat mendatang.
Meski demikian, tim Iran tetap diwajibkan meninggalkan Amerika Serikat setelah pertandingan berakhir.
Federasi Sepak Bola Iran mengonfirmasi bahwa tim akan meninggalkan pemusatan latihan mereka di Tijuana, Meksiko, pada Rabu untuk menuju Seattle.
Direktur Eksekutif Satuan Tugas FIFA Gedung Putih, Andrew Giuliani, mengatakan pemerintah AS sejak awal memang berencana mengevaluasi pengaturan perjalanan tim Iran.
“Kami akan melihat bagaimana dua perjalanan pertama berjalan. Jika semuanya lancar, kami akan memberikan tambahan satu hari mengingat jarak perjalanan yang lebih jauh,” ujarnya kepada Associated Press, dikutip dari AsiaOne, Rabu, 24 Juni 2026.
Iran Keluhkan Pembatasan
Sejak turnamen dimulai, Iran mengeluhkan pembatasan perjalanan yang diberlakukan AS serta berbagai kendala yang dihadapi sejak pecahnya perang di Timur Tengah.Pada Maret lalu, Iran sempat meminta agar seluruh pertandingan fase grup dipindahkan ke Meksiko yang memiliki hubungan diplomatik dengan Teheran.
Permintaan tersebut ditolak, tetapi FIFA menyetujui pemindahan markas tim dari Tucson, Arizona, ke Tijuana, Meksiko, dua pekan sebelum kedatangan skuad.
Sejumlah pejabat dan staf pendukung Iran juga tidak diizinkan masuk ke Amerika Serikat bersama tim.
Untuk dua pertandingan sebelumnya di kawasan Los Angeles, Iran hanya diperbolehkan masuk ke AS sehari sebelum laga berlangsung.
Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, berulang kali menyebut aturan tersebut merugikan timnya, terutama karena para pemain memiliki waktu kurang dari 24 jam untuk beradaptasi sebelum laga melawan Belgia yang berakhir imbang 0-0.
“Saat ini kami membutuhkan pemulihan lebih dari apa pun. Kondisinya sangat berat bagi kami,” kata Ghalenoei.
Kapten Iran, Alireza Jahanbakhsh, juga meminta perlakuan yang sama dengan tim peserta lainnya. “Kami tidak meminta banyak. Kami hanya meminta prosedur yang sama seperti 47 tim lainnya,” ujarnya.
Berlangsung di Tengah Negosiasi AS-Iran
Perubahan kebijakan tersebut terjadi ketika pejabat Amerika Serikat dan Iran masih terlibat perundingan mengenai upaya mengakhiri konflik yang berlangsung di kawasan Timur Tengah.Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Markwayne Mullin, sebelumnya menuduh Iran mencoba memasukkan seseorang yang memiliki hubungan langsung dengan Korps Garda Revolusi Iran ke wilayah AS.
Federasi Sepak Bola Iran membantah keras tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai “kebohongan yang nyata dan tidak terbantahkan”.
Meski berupaya menghindari komentar politik secara langsung, para pemain Iran beberapa kali menunjukkan solidaritas terhadap korban perang.
Saat tiba di Meksiko pada 7 Juni, para pemain mengenakan pin berwarna emas bertuliskan angka 168, merujuk pada jumlah korban tewas dalam serangan rudal terhadap sebuah sekolah dasar di Iran pada awal konflik.
Mereka juga meninggalkan pesan perdamaian di ruang ganti Stadion SoFi setelah pertandingan melawan Belgia, menyerukan perdamaian “bagi seluruh bangsa” dengan tagar #168 dan #minab, nama sekolah yang menjadi lokasi serangan tersebut.
Baca juga: Iran Ancam Hentikan Laga Piala Dunia Jika Muncul Bendera Tidak Resmi