Contoh Khotbah Jumat tentang Hari Asyura dan Keutamaan Puasa 10 Muharam

Ilustrasi Khutbah Jumat (DKM Nursiah Daud Paloh/Syarifuddin)

Contoh Khotbah Jumat tentang Hari Asyura dan Keutamaan Puasa 10 Muharam

Putri Purnama Sari • 25 June 2026 17:31

Jakarta: Umat Islam besok akan memasuki Hari Asyura yang jatuh pada 10 Muharam 1448 H. Momen ini menjadi waktu yang istimewa untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak doa, serta mengambil pelajaran dari peristiwa penting dalam sejarah Islam.

Karena itu, tema khotbah Jumat Hari Asyura banyak dicari oleh para khatib dan jemaah. Salah satu tema yang relevan adalah tentang keutamaan bulan Muharam, puasa Asyura, serta hikmah syukur dan taubat.

Berikut contoh khotbah Jumat Hari Asyura 10 Muharam 1448 H yang bisa dijadikan referensi.

Contoh Khotbah Jumat Hari Asyura 10 Muharram 1448 H

Khotbah Pertama

Assalamua'laikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Segala puji bagi Allah Swt. yang telah memberikan nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan kepada kita untuk melaksanakan salat Jumat pada hari yang mulia ini.

Jemaah Jumat rahimakumullah,

Saya mengajak kepada seluruh jemaah agar senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Pada kesempatan ini marilah kita merenungkan keutamaan bulan Muharam, salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah Swt.

Rasulullah saw. bersabda:

“Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharam.” (HR Muslim)

Di antara hari yang paling istimewa dalam bulan Muharam adalah Hari Asyura, yaitu tanggal 10 Muharam. Pada hari tersebut Allah Swt. menyelamatkan Nabi Musa as. dan kaumnya dari kejaran Firaun.

Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah, Nabi Musa berpuasa pada hari itu. Ketika Rasulullah Saw. mengetahui hal tersebut, beliau juga berpuasa Asyura dan menganjurkan umat Islam untuk melaksanakannya.

Rasulullah saw. bersabda:

“Puasa Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa-dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)

Jemaah yang dimuliakan Allah,

Hari Asyura mengajarkan pentingnya rasa syukur, kesabaran dalam menghadapi ujian, serta keyakinan bahwa pertolongan Allah akan datang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.

Selain memperbanyak ibadah, Muharam juga menjadi momentum untuk introspeksi diri. Tahun baru Islam bukan sekadar pergantian kalender, tetapi kesempatan untuk memperbaiki kualitas iman dan memperbanyak amal saleh.
 


Khotbah Kedua

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Swt.. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw., keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Jemaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita manfaatkan momentum Hari Asyura untuk meningkatkan amal ibadah, memperbanyak sedekah, membaca Al-Quran, berzikir, dan mempererat tali silaturahmi.

Jangan sampai bulan yang mulia ini berlalu tanpa meninggalkan bekas kebaikan dalam kehidupan kita. Jadikan Muharram sebagai awal perubahan menuju pribadi yang lebih taat kepada Allah Swt..

Mari kita berdoa:

“Ya Allah, jadikanlah tahun ini lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, serta dosa kaum muslimin dan muslimat.”

Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina azaban-nar. Aamiin ya Rabbal Alamin.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Keutamaan Hari Asyura bagi Umat Islam

Hari Asyura memiliki banyak keutamaan, di antaranya:

  • Menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang lalu bagi orang yang berpuasa Asyura.
  • Menjadi momentum memperbanyak amal saleh.
  • Mengingatkan umat Islam tentang pentingnya syukur dan kesabaran.
  • Menjadi awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
 

 

(Muhamad Marup)