Kenapa Paskah Identik dengan Telur? Ini Sejarahnya dan Maknanya

Ilustrasi freepik

Kenapa Paskah Identik dengan Telur? Ini Sejarahnya dan Maknanya

Putri Purnama Sari • 4 April 2026 18:14

Jakarta: Hari Raya Paskah identik dengan tradisi menghias telur berwarna-warni yang menarik dan penuh makna. Tradisi ini telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu dan masih terus dilestarikan hingga kini.

Pada tahun 2026, umat Kristiani akan merayakan Paskah pada Minggu, 5 April 2026. Perayaan ini memperingati kebangkitan Yesus Kristus, sebagaimana tercatat dalam Perjanjian Baru, yang terjadi tiga hari setelah penyaliban-Nya oleh otoritas Romawi.

Yesus ditangkap karena pengakuan-Nya sebagai Anak Allah dan dianggap sebagai ancaman oleh kekaisaran Romawi. Ia kemudian dihukum mati dengan cara disalibkan di wilayah Yudea pada sekitar tahun 26–36 Masehi. Peristiwa ini diperingati sebagai Jumat Agung, sebelum akhirnya dirayakan kebangkitan-Nya pada Hari Paskah.

Sejarah Telur Paskah


Ilustrasi pexels

Salah satu tradisi yang paling melekat dengan Paskah adalah menghias telur dengan berbagai warna cerah. Tradisi ini memiliki beragam versi asal-usul.

Dilansir dari laman History, kebiasaan menghias telur bermula dari praktik puasa selama masa Prapaskah. Pada masa tersebut, umat Kristiani tidak diperbolehkan mengonsumsi telur. Untuk menandai berakhirnya masa puasa, telur kemudian dihias dan dijadikan simbol perayaan, lalu dikonsumsi saat Hari Paskah.

Sementara itu, menurut laporan TIME, tradisi telur Paskah diduga sudah ada sebelum berkembang dalam tradisi Kristen. Tradisi ini dipercaya berasal dari Eropa pada abad pertengahan.

Sejarawan sekaligus Direktur Studi Abad Pertengahan dan Renaissance di Universitas Nebraska, Carole Levin, menyebut bahwa banyak ahli mengaitkan telur Paskah dengan festival Anglo-Saxon. Festival ini merupakan perayaan untuk Dewi Eastre yang dilakukan setiap musim semi sebagai simbol kebangkitan alam setelah musim dingin.
 

Makna Telur Paskah

Telur Paskah sering disebut sebagai simbol kebangkitan. Pada awalnya, telur hanya dihias dengan warna merah yang melambangkan darah Yesus Kristus saat penyaliban.
Seiring waktu, penggunaan warna berkembang menjadi lebih beragam dan penuh kreativitas. Meski demikian, makna simbolisnya tetap kuat. Kulit telur yang keras melambangkan makam Yesus yang tertutup rapat. Sementara itu, saat telur dipecahkan, hal tersebut melambangkan kebangkitan Yesus dari kematian.

Tradisi Telur Paskah di Berbagai Negara

Selain menghias telur, ada berbagai tradisi lain yang berkaitan dengan telur Paskah, seperti:
  • Berburu telur (egg hunt): telur disembunyikan dan dicari oleh anak-anak pada pagi Hari Paskah
  • Menggulingkan telur: permainan tradisional yang melibatkan telur sebagai simbol kehidupan baru
Tradisi ini umumnya dilakukan untuk menambah sukacita perayaan, terutama bagi anak-anak dan keluarga.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)