Referendum Konstitusi Ditolak, Partai Penguasa Maladewa Mengaku Kalah Telak

Presiden Maladewa Mohamed Muizzu. (Anadolu Agency)

Referendum Konstitusi Ditolak, Partai Penguasa Maladewa Mengaku Kalah Telak

Dimas Chairullah • 5 April 2026 18:20

Male: Partai penguasa Maladewa mengakui kekalahan dalam referendum konstitusional dan pemilihan wali kota yang digelar serentak pada Sabtu, 4 April 2026.

Dikutip dari Anadolu Agency, Minggu, 5 April 2026, hasil sementara menunjukkan sekitar 70 persen pemilih menolak referendum yang diusulkan pemerintah, termasuk rencana penggabungan jadwal pemilihan presiden dan parlemen.

Dalam pemilihan wali kota, Partai Demokrat Maladewa (MDP) sebagai oposisi menyapu kemenangan di lima kota besar. Wali Kota Male petahana, Adam Azim, kembali terpilih untuk periode kedua.

Meski demikian, Partai Kongres Nasional Rakyat (PNC) yang berkuasa masih memimpin dalam perolehan kursi dewan lokal dengan 220 dari total 498 kursi. Sementara MDP meraih 207 kursi.

Pemungutan suara ini melibatkan 294.876 pemilih yang juga memilih anggota Komite Pengembangan Perempuan serta menentukan nasib amandemen konstitusi yang sebelumnya disahkan parlemen.

Pendukung oposisi merayakan kemenangan di ibu kota Male, menilai hasil ini sebagai cerminan ketidakpuasan publik terhadap pemerintah.

Otoritas pemilihan dijadwalkan mengumumkan hasil resmi secara keseluruhan pada hari Minggu ini.

Baca juga:  Lama Banget! Presiden Maladewa Gelar Konferensi Pers Selama 15 Jam

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)