Perang Iran Picu Kelangkaan, Ini 10 Anjuran IEA untuk Hemat BBM

Ilustrasi. Foto: dok MI/Panca Syurkani.

Perang Iran Picu Kelangkaan, Ini 10 Anjuran IEA untuk Hemat BBM

Riza Aslam Khaeron • 31 March 2026 12:43

Paris: Badan Energi Internasional (IEA) mengeluarkan serangkaian rekomendasi darurat guna mengurangi tekanan harga minyak bagi konsumen.

Langkah ini diambil di tengah gangguan pasokan hebat akibat perang di Timur Tengah, yang dipicu oleh serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran pada 28 Februari 2026, yang kemudian berbuntut pada penutupan Selat Hormuz oleh Teheran.

Melansir laporan resmi IEA yang dipublikasikan pada 20 Maret 2026, pengiriman melalui Selat Hormuz kini menyusut drastis. Padahal, jalur ini biasanya mengangkut sekitar 20 persen konsumsi minyak dunia.

Berdasarkan laporan mereka, setiap harinya, sekitar 20 juta barel minyak mentah dan produk turunannya melintasi selat tersebut. Terhentinya aliran ini telah memperketat pasar secara signifikan, hingga mendorong harga minyak mentah melambung di atas US$100 per barel. Kondisi ini juga memicu kenaikan tajam harga produk olahan seperti solar, bahan bakar jet, hingga LPG.

Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, menyatakan bahwa konflik di Timur Tengah ini telah menciptakan krisis energi besar, bahkan menjadi gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global.

"Tanpa adanya resolusi cepat, dampak pada pasar energi dan ekonomi akan menjadi semakin parah," kata Birol.

Sebagai otoritas energi global, IEA mengklaim telah mengupayakan berbagai langkah demi menjaga stabilitas pasar, termasuk meluncurkan pelepasan stok minyak darurat terbesar dalam sejarah pada 11 Maret lalu, yakni sebesar 400 juta barel. Namun, intervensi dari sisi pasokan saja dinilai tidak akan cukup untuk mengimbangi skala gangguan yang terjadi.
 

Baca Juga:
Perang Iran Picu Krisis Energi, Ini Upaya 6 Negara untuk Hemat BBM

Berdasarkan laporan IEA berjudul Sheltering from Oil Shocks yang dirilis 20 Maret 2026, terdapat sepuluh tindakan yang dapat segera diimplementasikan oleh pemerintah, sektor bisnis, maupun rumah tangga demi menghemat Bahan Baku Minyak (BBM).

Rekomendasi ini menitikberatkan pada transportasi darat yang menyerap sekitar 45 persen permintaan minyak global, namun juga mencakup sektor penerbangan, kebutuhan dapur, dan industri.

Berikut adalah 10 anjuran IEA untuk menghemat BBM:
  1. Bekerja dari rumah jika memungkinkan.
    Langkah ini efektif mengurangi konsumsi minyak untuk mobilitas harian, terutama bagi jenis pekerjaan yang memungkinkan kerja jarak jauh.
  2. Menurunkan batas kecepatan di jalan raya minimal 10 km/jam
    Kecepatan yang lebih rendah terbukti mampu mengurangi pemakaian bahan bakar pada mobil penumpang, van, hingga truk.
  3. Mendorong penggunaan transportasi umum
    Pengalihan penggunaan kendaraan pribadi ke bus atau kereta api dapat menekan permintaan minyak secara instan.
  4. Mengatur akses mobil pribadi di kota besar dengan sistem ganjil-genap
    Skema rotasi pelat nomor dapat mengurangi kemacetan sekaligus konsumsi bahan bakar di wilayah perkotaan.
  5. Meningkatkan budaya berbagi kendaraan (carpooling) dan mengemudi efisien
    Tingkat hunian mobil yang tinggi serta penerapan eco-driving dapat menurunkan pemakaian BBM dengan cepat.
  6. Efisiensi berkendara bagi kendaraan komersial dan logistik
    Perawatan kendaraan yang rutin, optimalisasi muatan, dan teknik mengemudi yang lebih baik dapat memangkas penggunaan solar.
  7. Mengalihkan penggunaan LPG dari sektor transportasi
    Kendaraan berbahan bakar ganda sebaiknya beralih ke bensin guna menjaga stok LPG untuk kebutuhan esensial seperti memasak.
  8. Menghindari perjalanan udara jika tersedia alternatif lain
    Membatasi penerbangan bisnis dapat segera mengurangi tekanan pada pasar bahan bakar jet.
  9. Beralih ke solusi memasak modern yang lebih hemat
    Mendorong penggunaan kompor listrik atau teknologi modern lainnya dapat membantu mengurangi ketergantungan pada gas LPG.
  10. Memaksimalkan fleksibilitas bahan baku petrokimia dan langkah efisiensi industri
    Sektor industri dapat membantu membebaskan stok LPG untuk kebutuhan darurat melalui perbaikan operasional jangka pendek.
IEA menekankan bahwa pemerintah harus memimpin dengan memberikan contoh melalui regulasi sektor publik dan insentif yang tepat sasaran.

Dukungan bagi konsumen pun harus diberikan secara fokus kepada mereka yang paling membutuhkan, karena menurut IEA, pengalaman krisis sebelumnya menunjukkan bahwa bantuan yang terarah jauh lebih efektif dan berkelanjutan dibandingkan subsidi umum.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)