Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Situbondo dan Bagian Kesra Pemkab Situbondo, Jawa Timur, saat rapat persiapan pemulangan jamaah haji. ANTARA/Novi Husdinariyanto (Situbondo)
Dinkes Situbondo Siapkan Tenaga Kesehatan Pantau Kondisi Jemaah Haji
Silvana Febiari • 17 June 2026 09:29
Situbondo: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menyiapkan tenaga kesehatan untuk memantau kondisi jemaah haji yang dijadwalkan tiba pada 24 Juni 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo Dwi Herman Susilo mengatakan jamaah haji perlu mewaspadai sejumlah penyakit menular, seperti Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV), COVID-19, meningitis, Ebola, dan influenza tipe baru.
"Jemaah haji rentan mengalami masalah kesehatan karena kelelahan, perubahan cuaca, dan interaksi dengan jutaan orang di Makkah," kata Dwi, dilansir dari Antara, Rabu, 17 Juni 2026.
Baca Juga :
Ia menjelaskan seluruh jemaah haji akan menjalani skrining kesehatan awal setibanya di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Jemaah yang mengalami keluhan kesehatan akan mendapatkan pemeriksaan lanjutan.
Menurut Dwi, jemaah yang mengalami demam disertai batuk akan menjalani pemeriksaan usap PCR. Sementara itu, jemaah yang memerlukan perawatan intensif akan dirujuk ke Rumah Sakit Haji Surabaya atau rumah sakit lain yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Layanan kesehatan jemaah haji. Foto: Antara.
Sebanyak 997 haji asal Situbondo dijadwalkan tiba pada 24 Juni 2026. Saat tiba, mereka akan menerima Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jamaah Haji (K3JH) dari Dinas Kesehatan.
"Jika ada jemaah haji yang mengalami keluhan seperti batuk, sesak nafas, demam, diare, muntah, kaku duduk, atau lainnya, bisa langsung mendatangi puskesmas masing-masing," ujarnya.
Selain itu, petugas kesehatan akan melakukan pemantauan kondisi jemaah selama 21 hari sejak hari pertama kedatangan mereka di Situbondo. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya penyakit menular maupun gangguan kesehatan lainnya.