PSSI Buru Pelaku Hujatan terhadap Beckham Putra, Terancam Dilarang Nonton Timnas

Pemain Timnas Indonesia Beckham Putra. Dokumentasi Ileague.id

PSSI Buru Pelaku Hujatan terhadap Beckham Putra, Terancam Dilarang Nonton Timnas

Dhika Kusuma Winata • 10 June 2026 19:21

Jakarta: PSSI bakal menelusuri identitas pelaku hujatan terhadap Beckham Putra usai laga Timnas Indonesia pada FIFA Matchday Juni 2026. Pelaku terancam dilarang nonton Timnas di stadion.

"Kami akan berupaya menindak suporter seperti itu. Bahkan, bukan tidak mungkin mereka akan kami larang masuk stadion saat timnas Indonesia bertanding," kata Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi, dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 10 Juni 2026.

Bahkan, PSSI membuka kemungkinan mempublikasikan identitas pelaku. Tindakan dilakukan sesuai keperluan.

"Bila diperlukan, foto dan identitas wajah yang bersangkutan akan kami rilis atau dipasang di sekitar stadion tempat Timnas Indonesia bertanding," ujar Yunus.

Yunus menyayangkan insiden yang menimpa Beckham. Menurut dia, perlakuan yang diterima gelandang Persib Bandung itu tidak mencerminkan etika dan semangat mendukung timnas.

"PSSI sangat menyesalkan kejadian ini yang terjadi setelah pertandingan usai. Perlakuan yang diterima pemain timnas Indonesia, Beckham Putra, sangat tidak elok dan tidak etis," ungkap Yunus.

Dia menegaskan insiden tersebut seharusnya tidak terjadi. Terlebih, Beckham masih berusia muda dan merupakan salah satu aset masa depan sepak bola Indonesia.

"Ini tentu menjadi hal yang tidak kami harapkan. Apalagi Beckham masih berusia muda dan merupakan aset penting bagi timnas Indonesia. Karena itu, kami sangat menyayangkan kejadian tersebut," sebut Yunus.

Skuad Timnas Indonesia. Foto: Dok. PSSI.

Yunus mengingatkan rivalitas antarklub merupakan bagian dari dinamika sepak bola. Namun, hal itu tidak boleh terbawa ketika pemain membela timnas Indonesia. 

Menurut dia, seluruh elemen sepak bola harus memberikan dukungan penuh tanpa melihat latar belakang klubnya. "Jangan sampai rivalitas tersebut membuat kita melakukan hal-hal yang tidak baik kepada pihak lain," ucap Yunus

Yunus mengatakan rivalitas di level klub, tak boleh dibawa ke Timnas. Sebab, ada kebutuhan kenyamanan pemain.

Kita membutuhkan para pemain bermain dengan nyaman, menikmati pertandingan, dan bisa memberikan kemampuan terbaiknya," imbuh Yunus.

(Anggi Tondi)