NEWSTICKER

Tag Result:

Kasus Hina Kalimantan, Edy Mulyadi akan Diperiksa Jumat

Kasus Hina Kalimantan, Edy Mulyadi akan Diperiksa Jumat

ujaran kebencian

Status kasus dugaan ujaran kebencian Edy Mulyadi naik dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Pemeriksaan Edy Mulyadi sebagai saksi diagendakan akan berlangsung pada Jumat (28/1/2022) mendatang.

Soal Ujaran Kebencian SARA, Apa Cukup Hanya Minta Maaf?

Soal Ujaran Kebencian SARA, Apa Cukup Hanya Minta Maaf?

ujaran kebencian

Beberapa tokoh politik membuat pernyataan kontroversial terkait ujaran kebencian mengandung SARA. Seperti pernyataan politisi PDIP Arteria Dahlan yang menyinggung perasaan masyarakat Sunda serta pernyataan politisi PKS Edy Mulyadi yang membuat geram masyarakat Kalimantan. Keduanya pun kemudian meminta maaf atas pernyataan kontroversialnya. Lantas apakah cukup hanya dengan meminta maaf maka kasus tersebut akan selesai? 

Tokoh Politik Diminta Kurangi Ujaran Kebencian Mengandung SARA

Tokoh Politik Diminta Kurangi Ujaran Kebencian Mengandung SARA

ujaran kebencian

Beberapa tokoh politik membuat pernyataan kontroversial terkait ujaran kebencian mengandung SARA. Seperti pernyataan politisi PDIP Arteria Dahlan yang menyinggung perasaan masyarakat Sunda serta pernyataan politisi PKS Edy Mulyadi yang membuat geram masyarakat Kalimantan.

Dari sejumlah peristiwa yang terjadi, sepertinya pemahaman tentang Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki ragam suku, ras dan keyakinan harus kembali diingatkan. Karena penggunaan ungkapan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) telah sangat jelas diatur dalam hukum.

Ditetapkan Tersangka, Ferdinand Hutahaean Ditahan

Ditetapkan Tersangka, Ferdinand Hutahaean Ditahan

ujaran kebencian

Mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean ditetapkan sebagai tersangka ujaran kebencian bermuatan SARA. Ferdinand langsung ditahan setelah menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri.

Ngaku Sakit saat Buat Cuitan Bermuatan SARA, Ferdinand Hutahaean Bisa Lolos dari Jerat Hukum?

Ngaku Sakit saat Buat Cuitan Bermuatan SARA, Ferdinand Hutahaean Bisa Lolos dari Jerat Hukum?

ujaran kebencian

Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean memenuhi panggilan polisi dalam kasus ujaran kebencian soal cuitannya di media sosial pada Senin (10/1/2022). Dengan didampingi tiga pengacara, dia juga turut membawa alat bukti sebuah catatan riwayat kesehatan. Dia mengaku sakit saat mengunggah cuitan bermuatan SARA itu. Lalu bagaimana jerat hukum yang dihadapi Ferdinand? 

Menurut pakar hukum pidana Chudri Sitompul, alasan sakit yang disampaikan Ferdinand harus diteliti, apakah sakit fisik atau psikis. Jika itu sakit fisik, maka tidak bisa menghapuskan jerat pidana bagi pelaku.

Siap Diperiksa Polisi, Ferdinand Hutahaean akan Bawa Bukti Sudah Mualaf

Siap Diperiksa Polisi, Ferdinand Hutahaean akan Bawa Bukti Sudah Mualaf

ujaran kebencian

Politikus Ferdinand Hutahaean dipanggil penyidik Bareskrim Polri dalam kasus dugaan cuitan bernada SARA pada Senin (10/1/2022). Ferdinand mengaku siap hadir pada pemeriksaan besok. Dia juga akan membawa dokumen yang menunjukkan bahwa dirinya seorang mualaf sejak 2017 lalu, untuk memperkuat bahwa dirinya tidak mungkin menghina agamanya sendiri.

Polisi Periksa 15 Saksi Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Ferdinand Hutahaean

Polisi Periksa 15 Saksi Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Ferdinand Hutahaean

ujaran kebencian

Bareskrim Polri telah menaikkan status penanganan perkara dugaan ujaran kebencian mengandung SARA yang dilakukan oleh mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean ke tahap penyidikan. Polisi menyatakan telah mengantongi dua alat bukti dan memeriksa 15 saksi dalam kasus tersebut. Polisi telah menjadwalkan pemeriksaan Ferdinand Hutahaean pada Senin (10/1/2022).

Ferdinand Hutahaean akan Diperiksa Bareskrim Senin Depan

Ferdinand Hutahaean akan Diperiksa Bareskrim Senin Depan

ujaran kebencian

Penyidik Bareskrim Polri melayangkan surat panggilan pemeriksaan kepada Ferdinand Hutahaean atas kasus ujaran kebencian yang menyangkut SARA. Ferdinand akan diperiksa sebagai saksi pada Senin (10/1/2022) mendatang.

Bahar bin Smith Diancam Hukuman Pidana Penjara 5 Tahun

Bahar bin Smith Diancam Hukuman Pidana Penjara 5 Tahun

ujaran kebencian

Setelah menjalani pemeriksaan selama 11 jam di Polda Jabar, Bahar Bin Smith hari ini ditetapkan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan berita bohong. Saat ini Bahar yang dijerat UU ITE ditahan di Rutan Polda Jabar dengan ancaman lima tahun penjara.

Hati-hati dan Pahami Ujaran Kebencian

Hati-hati dan Pahami Ujaran Kebencian

ujaran kebencian

Ujaran kebencian masih menjadi momok di masyarakat dan berpotensi memecah belah kerukunan bermasyarakat. Bahkan ada tokoh agama yang menyisipkan ujaran kebencian dalam ceramahnya. Padahal seharusnya tokoh agama bisa meredam keributan di masyarakat melalui ceramah damai.

DIperiksa dalam Kasus Ujaran Kebencian, Bahar Bin Smith Janji Kooperatif

DIperiksa dalam Kasus Ujaran Kebencian, Bahar Bin Smith Janji Kooperatif

ujaran kebencian

Bahar bin Smith kembali diperiksa Polda Jawa Barat dalam kasus ujaran kebencian, Senin (4/1/2022) siang. Pengunggah video ceramah yang berisi ujaran kebencian telah diperiksa sebagai saksi. 

Dugaan Ujaran Kebencian, Pengunggah Video Ceramah Bahar bin Smith Diperiksa Polisi

Dugaan Ujaran Kebencian, Pengunggah Video Ceramah Bahar bin Smith Diperiksa Polisi

ujaran kebencian

Tim penyidik Polda Jawa Barat memeriksa pria berinisial TR yang mengunggah video ceramah Bahar bin Smith yang diduga berisi ujaran kebencian. Selain TR, polisi juga menjadwalkan pemeriksaan Bahar bin Smith. Sejauh ini polisi telah memeriksa 50 orang saksi dan mengamankan enam barang bukti dalam kasus tersebut.

Bahar bin Smith akan Diperiksa Polisi dalam Kasus Ujaran Kebencian

Bahar bin Smith akan Diperiksa Polisi dalam Kasus Ujaran Kebencian

ujaran kebencian

Bahar bin Smith dijadwalkan menjalani pemeriksaan terkait dugaan kasus ujaran kebencian saat berceramah di Bandung, Jawa Barat. Sebelumnya Polda Jabar telah memeriksa 50 orang saksi dan mengamankan enam barang bukti dalam kasus tersebut.

Bahar bin Smith Kembali Tersangkut Kasus Ujaran Kebencian

Bahar bin Smith Kembali Tersangkut Kasus Ujaran Kebencian

ujaran kebencian

Usai keluar dari penjara, Bahar bin Smith kembali berulah dengan ceramahnya yang diduga provokatif dan mengandung ujaran kebencian. Sejumlah pernyataan seperti penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo dan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman membuat banyak pihak tersinggung. Kasus ini pun diproses dalam ranah pidana. Tim penyidik Polda Jawa Barat menjadwalkan pemeriksaan Bahar bin Smith pada Senin (3/1/2022).

Diduga Pelintir Ucapan KSAD, Bahar Bin Smith & Eggi Sudjana Dipolisikan

Diduga Pelintir Ucapan KSAD, Bahar Bin Smith & Eggi Sudjana Dipolisikan

ujaran kebencian

Bahar Bin Smith dan Eggi Sudjana kembali tersandung persoalan hukum. Keduanya dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana ujaran kebencian dan penghinaan terhadap penguasa melalui media elektronik. Keduanya diduga telah memelintir ucapan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman sehingga menimbulkan kebencian dan permusuhan antar kelompok masyarakat.

Belum Lama Bebas, Bahar Bin Smith Kembali Dilaporkan ke Polisi

Belum Lama Bebas, Bahar Bin Smith Kembali Dilaporkan ke Polisi

ujaran kebencian

Belum lama bebas dari Lapas Gunung Sindur, Bahar bin Smith lagi-lagi harus berurusan dengan hukum. Bahar Bin Smith dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan kasus penyebaran ujaran kebencian berbau SARA.

Pelaku Ujaran Kebencian & Penghinaan Suku Ditangkap di Slawi

Pelaku Ujaran Kebencian & Penghinaan Suku Ditangkap di Slawi

ujaran kebencian

Polres Metro Bekasi Kota berhasil menangkap seorang pelaku ujaran kebencian penganiayaan di Kabupaten Slawi, Jawa Tengah. Tersangka ditangkap setelah dilaporkan atas dugaan memprovokasi kebencian terhadap salah satu suku di Indonesia.

54 Konten Ujaran Kebencian di Berbagai Media Sosial Telah Diblokir Kominfo

54 Konten Ujaran Kebencian di Berbagai Media Sosial Telah Diblokir Kominfo

ujaran kebencian

Menanggapi kasus ujaran kebencian yang dilontarkan oleh Jozeph Paul Zhang, Kominfo telah memblokir 54 konten yang ada diberbagai media sosial. Konten yang diblokir yakni yang mengandung muatan kebencian, penghinaan terhadap agama, ras dan suku tertentu di Indonesia. 

Abu Janda Sebut Cuitan Islam Arogan Ditujukan untuk Tengku Zul

Abu Janda Sebut Cuitan Islam Arogan Ditujukan untuk Tengku Zul

ujaran kebencian

Permadi Arya alias Abu Janda selesai diperiksa penyidik Bareskrim Polri atas kasus dugaan ujaran kebencian melalui media sosial. Abu Janda mengaku kejadian yang terjadi merupakan kesalahpahaman. Cuitannya tentang 'Islam Arogan' merupakan respons atas cuitan Ustaz Tengku Zul sebelumnya.

Intrik Buzzer Politik Bikin Pelik

Intrik Buzzer Politik Bikin Pelik

ujaran kebencian

Buzzer politik biasanya dimanfaatkan untuk mensosialisasikan kebijakan pemerintah. Namun terkadang para buzzer ini menebar intrik sehingga membuat situasi panas kian pelik. Lalu bagaimana cara meredam dan penanganan proses hukumnya?

Abu Janda Penuhi Panggilan Polisi

Abu Janda Penuhi Panggilan Polisi

ujaran kebencian

Permadi Arya alias Abu Janda memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri pada Senin (1/2/2021). Dia diperiksa sebagai terlapor dalam kasus ujaran kebencian.

Sekretaris Umum FPI Dipolisikan

Sekretaris Umum FPI Dipolisikan

ujaran kebencian

Sejumlah orang yang tergabung dalam Barisan Nusantara melaporkan sekretaris umum FPI, Munarman ke Polda Metro Jaya. Ia dilaporkan atas dugaan penyebaran ujaran kebencian dan provokasi.

Pembuat Video Ancaman kepada Mahfud MD Jadi Tersangka

Pembuat Video Ancaman kepada Mahfud MD Jadi Tersangka

ujaran kebencian

Polda Jawa Timur menetapkan pembuat video berisi pengancaman terhadap Menko Polhukam Mahfud MD sebagai tersangka. Tersangka diimbau untuk menyerahkan diri ke polisi. Sebelumnya polisi telah menetapkan empat tersangka lain dalam kasus tersebut. 

Jerinx Divonis 1 Tahun 2 Bulan Penjara

Jerinx Divonis 1 Tahun 2 Bulan Penjara

ujaran kebencian

I Gede Ari Astina alias Jerinx divonis 1 tahun 2 bulan penjara dan denda Rp10 juta subsider 1 bulan penjara oleh hakim di PN Denpasar. Atas putusan ini Jerinx dan kuasa hukum belum mengajukan banding.

Tantang Polisi di Medsos, Pria di Bandung Ditangkap

Tantang Polisi di Medsos, Pria di Bandung Ditangkap

ujaran kebencian

Sat Reskrim Polrestabes Bandung menangkap seorang pria yang diduga menyebarkan ujaran kebencian dalam konten video yang diunggah di media sosial miliknya. Pelaku bahkan menantang polisi untuk menangkapnya.

Dugaan Ujaran Kebencian di Youtube Refly Harun

Dugaan Ujaran Kebencian di Youtube Refly Harun

ujaran kebencian

Alih hukum tata negara Refly Harun terseret kasus dugaan ujaran kebencian yang melibatkan Gur Nur. Selasa (3/11/2020), Refly diperiksa sebagai saksi di Bareskrim Polri, pemeriksaan tersebut karena ujaran kebencian Gus Nur terhadap NU yang ditayangkan kanal youtube Refly Harun.

Jerinx Dituntut 3 Tahun Penjara

Jerinx Dituntut 3 Tahun Penjara

ujaran kebencian

Sidang perkara kasus pencemaran nama baik dan ujaran kebencian dengan terdakwa  I Gede Ari Astina alias Jerinx kembali digelar pada Selasa (3/11/2020) pagi. Dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan ini, Jerinx dituntut 3 tahun penjara dan denda Rp10 juta subsider 3 bulan penjara.

Diperiksa 5 Jam Sebagai Saksi Kasus Gus Nur, Refly Harun Dicecar 16 Pertanyaan

Diperiksa 5 Jam Sebagai Saksi Kasus Gus Nur, Refly Harun Dicecar 16 Pertanyaan

ujaran kebencian

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun memenuhi panggilan Bareskrim Polri sebagai saksi dalam kasus dugaan ujaran kebencian yang menjerat Gus Nur. Jalani pemeriksaan selama 5 jam, Refly dicecar 16 pertanyaan.

Sugi Nur Jadi Tersangka Ujaran Kebencian

Sugi Nur Jadi Tersangka Ujaran Kebencian

ujaran kebencian

Sugi Nur Raharja ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap ormas Nahdlatul Ulama. Sugi Nur ditahan untuk 20 hari ke depan di Rutan Bareskrim Polri. Apakah penetapan tersangka Sugi Nur ini sudah memenuhi syarat?

Bareskrim Tahan Sugi Nur

Bareskrim Tahan Sugi Nur

ujaran kebencian

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri resmi menahan tersangka kasus dugaan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap ormas Nahdlatul Ulama, Sugi Nur Raharja. Sugi ditahan untuk 20 hari ke depan di Rutan Bareskrim Polri.