Ilustrasi edukasi. Foto: Unsplash.com/Element5 Digital.
Jaga Mental Anak Usia Transisi, Orang Tua Diedukasi Pola Asuh
Palce Amalo • 12 June 2026 22:37
Jakarta: Para orang tua di Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat edukasi dalam menjaga kesehatan mental anak. Khususnya masa transisi usia.
"Kesehatan mental anak adalah tanggung jawab bersama, dan setiap anak berhak tumbuh dalam ruang yang aman, sehat, dan penuh empati,” ujar Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Kindaris, dikutip dari Media Indonesia, Jumat, 12 Juni 2026.
Dia mengatakan kegiatan ini hasil sinergi PNM dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Selain upaya menjaga kesehatan mental anak, kegiatan ini sekaligus mendorong kemandirian ekonomi perempuan prasejahtera di wilayah tersebut.
“PNM percaya, perempuan yang berdaya dapat membawa perubahan baik di rumah maupun lingkungan sekitarnya. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendukung para ibu agar semakin mandiri, sekaligus lebih memahami pentingnya pola asuh yang penuh perhatian," ucap Kindaris.
Kindaris menyampaikan, inisiatif ini dilatarbelakangi oleh urgensi perlindungan anak dari lingkungan terdekat. Merujuk data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sepanjang 2023 hingga 2025 tercatat ada 116 kasus anak mengakhiri hidup pada rentang usia 10 hingga 18 tahun, di mana mayoritas korban berada di usia transisi sekolah yakni 13 hingga 17 tahun.
Pola asuh yang hangat serta lingkungan bebas perundungan (bullying) dinilai menjadi kunci utama tumbuh kembang anak. Kegiatan ini tidak hanya memberikan edukasi pengasuhan (parenting), melainkan juga menyediakan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga serta aktivitas belajar informal yang menyenangkan bagi anak-anak di Bajawa.
Selain menyentuh aspek psikososial, PNM dan KPPPA secara taktis menggenjot sektor ekonomi lokal melalui pengembangan klaster usaha buah pala. Komoditas unggulan khas Ngada ini dibidik menjadi sumber pendapatan baru bagi kaum perempuan prasejahtera.

PNM dan KPPPA menghadirkan kegiatan pemberdayaan perempuan di Bajawa, Kabupaten Ngada, NTT. Foto: Dok. Istimewa.
Melalui tiga pilar utama PNM, yaitu pemberian akses pembiayaan, pendampingan intensif, serta pelatihan usaha ultra mikro, kaum perempuan di perbatasan NTT diharapkan memiliki kesempatan luas untuk berwirausaha secara mandiri. Langkah ini menjadi strategi berkelanjutan pemerintah dan BUMN untuk mendongkrak taraf hidup serta kesejahteraan keluarga dari lini paling bawah.