Menteri Mukhtarudin Dampingi Presiden Prabowo Sepakati Kerja Sama Ketenagakerjaan Keperawatan dengan Jerman

Presiden RI Prabowo Subianto mendampingi Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, yang membahas penguatan kerja sama ketenagakerjaan dan pengembangan SDM. (Foto: Dok. KP2MI)

Menteri Mukhtarudin Dampingi Presiden Prabowo Sepakati Kerja Sama Ketenagakerjaan Keperawatan dengan Jerman

Patrick Pinaria • 17 June 2026 12:08

Jakarta: Pemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperluas akses pasar kerja internasional sekaligus meningkatkan perlindungan bagi tenaga kerja domestik. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penguatan kerja sama bilateral dengan negara-negara mitra strategis guna membuka peluang emas bagi talenta terbaik bangsa di kancah global.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, turut mendampingi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam pertemuan kenegaraan menyambut kunjungan resmi Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026.

Pertemuan tingkat tinggi ini fokus pada penguatan kemitraan strategis kedua negara, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM).
 

Kesepakatan strategis Global Skills Partnership

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jerman resmi menyepakati Letter of Intent (LoI) terkait Global Skills Partnership yang berfokus pada bidang keperawatan.

"Kesepakatan ini menjadi tonggak penting bagi penempatan Pekerja Migran Indonesia sektor formal di Eropa," ujar Menteri Mukhtarudin, Rabu, 17 Juni 2026.

Menteri Mukhtarudin menyatakan kolaborasi tersebut dirancang untuk menciptakan ekosistem penempatan tenaga kerja yang ideal. Melalui skema ini, kata Menteri P2MI, tenaga kesehatan asal Indonesia akan mendapatkan pelatihan berstandar internasional sebelum diberangkatkan, sehingga siap bersaing di pasar kerja Jerman yang dikenal memiliki standar kualifikasi tinggi.

"Ini adalah langkah konkret pemerintah untuk memastikan talenta keperawatan kita tidak hanya mendapatkan peluang kerja yang luas di luar negeri, tetapi juga jaminan bahwa mereka bekerja melalui jalur yang aman, legal, transparan, dan berkualitas," ujar Mukhtarudin.
 

Perluasan ke sektor teknologi masa depan

Selain sektor keperawatan, koridor kerja sama Global Skills Partnership ini juga membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan talenta Indonesia di sektor-sektor masa depan (future jobs). Jerman dan Indonesia sepakat untuk menjajaki peningkatan keterampilan (upskilling dan reskilling) di bidang teknologi tingkat tinggi (high-tech), digitalisasi, dan industri hijau.

Program pelatihan komprehensif akan disusun guna menyelaraskan kompetensi pekerja Indonesia dengan kebutuhan riil industri global saat ini. Hal ini diharapkan mampu memicu transfer pengetahuan (transfer of knowledge) ketika para pekerja tersebut kembali ke Tanah Air kelak.
 

Prabowo apresiasi kerja sama bidang keperawatan


Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier melakukan inspeksi pasukan kehormatan saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: Dok. KP2MI)

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menyampaikan apresiasi mendalam atas penguatan sinergi strategis antara Indonesia dan Jerman di sektor ketenagakerjaan. Presiden Prabowo menegaskan sektor kesehatan, khususnya keperawatan, merupakan salah satu pilar kekuatan talenta Indonesia yang siap bersaing secara global dengan standardisasi yang tepat.

"Di bidang tenaga kerja kesehatan, kami sangat apresiasi penandatanganan Letter of Intent mengenai Global Skills Partnership di bidang keperawatan," ujar Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Kepala Negara menyampaikan visi Indonesia tidak berhenti pada sektor domestik dan kesehatan saja. Presiden Prabowo secara lugas mendorong Pemerintah Jerman untuk memperluas komitmen ini ke industri-industri yang padat teknologi dan membutuhkan keahlian khusus bagi Generasi muda di masa depan.

"Indonesia juga ingin memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di Jerman termasuk di sektor teknologi tingkat tinggi (high-tech)," ujar Presiden Prabowo, menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang berorientasi pada transfer teknologi dan peningkatan kualitas SDM.
 

Sinergi Kementerian P2MI dan diplomasi internasional

Pernyataan Presiden Prabowo ini mempertegas langkah taktis yang diambil oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, yang turut mendampingi dalam pertemuan tersebut. Menurut Menteri Mukhtarudin, kerja sama ini didesain bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja (demand) di Jerman, melainkan sebagai investasi jangka panjang Indonesia.

Melalui perluasan ke sektor teknologi tingkat tinggi yang digaungkan oleh Presiden Prabowo, Menteri Mukhtarudin berharap generasi muda Indonesia dapat menyerap etos kerja, ekosistem inovasi, dan keahlian mutakhir dari salah satu negara industri termaju di dunia tersebut. Dengan adanya kesepakatan strategis ini, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian P2MI menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi penyedia tenaga kerja, tetapi juga pelindung utama hak-hak warga negara di luar negeri.

"Penguatan kompetensi yang terstruktur dan kepatuhan penuh pada jalur prosedural, kerja sama bilateral ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan talenta profesional Indonesia di panggung global, sekaligus membawa pulang inovasi demi kemajuan industri di tanah air," imbuh Menteri P2MI.
 

Imbauan kepada calon pekerja migran


Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier usai prosesi penyambutan kenegaraan di Istana Merdeka. (Foto: KP2MI)

Menteri Mukhtarudin mengimbau seluruh masyarakat, khususnya generasi muda yang berminat meniti karier di luar negeri, untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin. Pemerintah berkomitmen penuh menyediakan fasilitas pelatihan bahasa dan kompetensi teknis yang memadai.

"Peluang kerja dunia kini terbuka sangat lebar, salah satunya ke Jerman. Kami meminta masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini dengan terus meningkatkan kompetensi diri. Pastikan untuk selalu menggunakan jalur resmi dan prosedural demi keamanan, keselamatan, dan kesejahteraan selama bekerja di negara penempatan," pungkas Menteri Mukhtarudin.

(Patrick Pinaria)