Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah (Komwil) VI di Kota Kendari. (Dokumentasi/ Istimewa)
Rakerwil APEKSI di Kendari Perkuat Kolaborasi Membangun Indonesia Timur
Silvana Febiari • 9 June 2026 19:32
Kendari: Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah (Komwil) VI yang meliputi wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua resmi dibuka di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu, 3 Juni 2026. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua.
Hugua, menyampaikan pertemuan ini menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kota Kendari dan seluruh jajaran terkait. Kehadiran para wali kota, bupati, dan wakil bupati dalam forum tersebut sangat relevan dengan tema yang diusung, yakni “Kolaborasi dan Sinergi Membangun Indonesia Timur.”
"Kolaborasi dan sinergi tidak hanya sebatas kerja sama formal, tetapi juga mencerminkan konektivitas dan keterhubungan antar pemimpin daerah. Keterhubungan antara wali kota dan bupati diharapkan mampu menciptakan sinergi yang lebih kuat di tingkat provinsi melalui asosiasi masing-masing, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional," kata Hugua di Kendari, dikutip, Selasa, 9 Juni 2026.
Baca Juga :
Banda Aceh Tuan Rumah Raker Komwil I APEKSI 2026, Usung Tema ‘Kota Tangguh dan Fiskal Kuat’
Hugua juga menyoroti kiprah Kota Kendari di tingkat internasional. Menurutnya, Kota Kendari baru-baru ini sukses menjadi tuan rumah kegiatan internasional yang dihadiri para wali kota dari kawasan Asia Pasifik. Keterlibatan aktif dalam organisasi global seperti United Cities and Local Governments (UCLG) menjadi sarana penting bagi daerah untuk memperluas jejaring internasional.
“Rekan-rekan dari Singapura dan Korea Selatan mengakui bahwa langkah yang dilakukan Kota Kendari merupakan bukti nyata menuju panggung dunia. Ini menunjukkan bahwa daerah juga memiliki peran strategis dalam diplomasi global,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hugua menjelaskan bahwa inti dari pemerintahan yang baik (good governance) terletak pada keterhubungan pemimpin dengan sesama pemimpin, dengan masyarakat, dan dengan ekosistem pembangunan. Dalam kondisi tekanan ekonomi global dan efisiensi anggaran, ia mengajak kepala daerah untuk tetap menjaga semangat kebersamaan.
Menurutnya, kota merupakan pusat pertumbuhan kawasan (the epicenter of regional growth), sehingga perkembangan Kota Kendari dan Kota Baubau akan menjadi indikator kemajuan kabupaten di sekitarnya. Ia juga menekankan pentingnya pembangunan kota tangguh (resilient city) dalam menghadapi bencana, dinamika sosial ekonomi, serta perubahan iklim global, termasuk isu pengelolaan sampah yang menjadi salah satu fokus Rakerwil.

Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah (Komwil) VI di Kota Kendari. (Dokumentasi/ Istimewa)
Sementara itu, Ketua APEKSI Komwil VI sekaligus Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Kota Kendari sebagai tuan rumah Rakerwil. APEKSI sendiri merupakan wadah yang menghimpun 98 pemerintah kota di Indonesia, dengan sembilan di antaranya dipimpin oleh perempuan, dan di Komwil VI hanya dua wali kota perempuan, yakni Kendari dan Palopo.
Pada Rakerwil ini diangkat tema “Kolaborasi dan Sinergi Membangun Indonesia Timur” dengan subtema “Penanganan dan Pengelolaan Sampah Berbasis Partisipasi.” Siska menyebut isu sampah sebagai persoalan nasional yang menjadi perhatian Presiden RI sekaligus agenda prioritas APEKSI Komwil VI.
“Kami menghadirkan perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup sebagai keynote speaker dengan harapan dapat memberikan semangat dan solusi baru dalam penanganan sampah di kota masing-masing,” kata Siska.
Ia juga memaparkan enam kebijakan pokok APEKSI Komwil VI hasil Muskomwil ke-10 di Makassar, yakni pemantapan advokasi dan regulasi, peningkatan komunikasi, peningkatan kapasitas pemerintah kota, pengembangan kerja sama antardaerah, kemitraan, dan konsolidasi organisasi.
Meski diakui belum seluruh program dapat terealisasi secara maksimal akibat keterbatasan fiskal di sejumlah daerah, APEKSI Komwil VI terus berupaya menjalankan berbagai program strategis melalui sekretariat yang berkedudukan di Makassar.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua I APEKSI Pusat sekaligus Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman, menegaskan APEKSI memiliki peran strategis sebagai wadah untuk menyuarakan berbagai tantangan daerah. Termasuk, merumuskan solusi dan rekomendasi yang akan dibahas di tingkat nasional.
Menurutnya, Rakerwil menjadi forum penting untuk menyepakati berbagai isu strategis yang dihadapi pemerintah kota. Hasil kesepakatan tersebut akan dibawa ke Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI yang direncanakan berlangsung di Kota Medan pada akhir Juni hingga awal Juli 2026.
Tauhid mengungkapkan pemerintah daerah saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tekanan ekonomi global, keterbatasan kapasitas fiskal, pengaturan Transfer ke Daerah (TKD), pembiayaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN), hingga isu pengelolaan sampah, transformasi digital, dan penanggulangan bencana.
“Kolaborasi dan sinergi menjadi strategi utama dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Tidak ada daerah yang bisa berjalan sendiri. Kita harus saling mendukung dan berbagi praktik-praktik terbaik untuk mempercepat pembangunan,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan APEKSI saat ini tengah menyusun buku City Branding dan Center of Excellence. Buku itu memuat potensi unggulan dari 98 kota di Indonesia sebagai media promosi daerah di tingkat nasional maupun internasional.
Selain itu, berbagai kerja sama strategis terus dikembangkan bersama sejumlah mitra, termasuk dalam bidang konservasi energi, kesehatan masyarakat, ketahanan iklim, hingga pembiayaan kreatif bagi pemerintah daerah.
Rakerwil Bahas Isu Strategis dan Usulan Rakernas 2026
Dalam rapat kerja, APEKSI Komwil VI juga membahas strategi program kerja 2026 serta usulan untuk Rakernas APEKSI di Kota Medan. Fokus pembahasan mencakup percepatan pelayanan publik berbasis digital, termasuk optimalisasi layanan darurat 112 yang telah dijalankan Kota Kendari dan mendapat apresiasi Kementerian Komunikasi dan Digital.Selain itu, dibahas juga isu strategis seperti pengelolaan sampah, air bersih, banjir, infrastruktur, anak jalanan, serta pendangkalan teluk di kawasan pesisir. Kota Palu fokus pada penataan lingkungan, sementara Kendari menekankan integrasi penanganan sampah, banjir, dan air bersih.
Rapat juga menyusun rencana kerja 2027 yang mencakup penguatan kepengurusan, program kerja, dan agenda kegiatan tiap kota anggota.
Untuk Rakernas APEKSI 2026 di Medan, disepakati sejumlah usulan seperti peningkatan SDM, hilirisasi ekonomi, transformasi digital, green transformation, tata kelola keuangan, ekonomi inklusif, lingkungan, dan tata ruang berkelanjutan.
Wakil Wali Kota Tual, Amir Rumra, menegaskan pentingnya kesetaraan antar kota di wilayah timur serta mendorong pemerintah pusat mengambil alih pembiayaan PPPK dan beban PSN yang selama ini dibebankan ke daerah.
Sementara Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, menyoroti ketergantungan daerah pada dana transfer pusat, pentingnya penguatan SPM Trantibumlinmas, serta peningkatan kesiapsiagaan bencana di wilayah Ring of Fire.
Di akhir rapat, seluruh peserta sepakat membawa seluruh rekomendasi ke Rakernas APEKSI 2026 di Medan. Selain itu, disepakati bahwa Rapat Kerja APEKSI Komwil VI tahun 2027 akan digelar di Kota Jayapura.
City Tour: Promosi Potensi Kendari
Rangkaian kegiatan Rakerwil juga diisi dengan city tour ke sejumlah lokasi di Kota Kendari. Peserta mengunjungi Bank Sampah Kodya di Kelurahan Watu-Watu, Kebun Raya Kendari, dan Pantai Nambo.Di Bank Sampah Kodya, delegasi melihat pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang memberi manfaat ekonomi. Di Kebun Raya Kendari, peserta melihat konservasi flora Sulawesi sekaligus fungsi edukasi dan penelitian. Sementara di Pantai Nambo, peserta menikmati wisata bahari sekaligus mempererat hubungan antardaerah.
Melalui kegiatan ini, Kota Kendari memperkenalkan pengelolaan lingkungan, konservasi, dan wisata sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Pemerintah Kota Kendari berharap kegiatan ini memperkuat kerja sama antar kota di Indonesia Timur sekaligus mempertegas posisi Kendari sebagai kota yang terus tumbuh dan berdaya saing.