Satgas Galapana DPR RI Dorong Sinkronisasi Data untuk Percepatan Huntara

Anggota DPR TA Khalid memimpin Rakor Satgas Galapana DPR RI. Foto: Istimewa.

Satgas Galapana DPR RI Dorong Sinkronisasi Data untuk Percepatan Huntara

Anggi Tondi Martaon • 6 January 2026 19:27

Banda Aceh: Satgas Galapana DPR RI menegaskan pentingnya percepatan pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh. Upaya ini menjadi perhatian utama mengingat masih adanya warga yang bertahan di tenda darurat, sementara bulan suci Ramadan semakin dekat.

Perwakilan Satgas Galapana DPR RI, TA Khalid, menyampaikan bahwa pada prinsipnya seluruh pihak telah menunjukkan kesiapan dan komitmen membangun huntara. Namun, diperlukan penyelarasan dan sinkronisasi data agar proses pembangunan Huntara dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Kesiapan untuk membangun sudah ada. Yang perlu kita perkuat bersama saat ini adalah kesamaan data dan kejelasan lokasi, agar bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar TA Khalid melalui keterangna tertulis, Selasa, 6 Januari 2026.

Dalam rapat koordinasi yang digelar, pihak BUMN dan BP BUMN menyatakan kesiapan untuk membangun hingga 15.000 unit Huntara. Supaya rencana tersebut dapat segera direalisasikan, diperlukan pemutakhiran data penerima manfaat serta penetapan lokasi pembangunan secara bersama-sama.

Satgas Galapana menekankan bahwa proses ini membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah daerah kabupaten kota, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), serta Pemerintah Provinsi Aceh. 

Koordinasi yang intensif diharapkan dapat menyatukan data, mempercepat pengambilan keputusan, dan menghindari tumpang tindih di lapangan.

Ilustrasi huntara untuk korban bencana alam di Aceh. Foto: Youtube Setpres.

“Jika data penghuni dan lahan sudah sinkron, pembangunan Huntara bisa langsung dipercepat. Ini kerja bersama, bukan tanggung jawab satu pihak saja,” ungkap TA Khalid.

Satgas Galapana DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal proses ini dan berperan sebagai penghubung antarinstansi. Sehingga pemulihan pascabencana di Aceh dapat berjalan lancar, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Melalui langkah ini, diharapkan masyarakat terdampak banjir dapat segera menempati Huntara yang layak dan aman, serta menjalani Ramadan dengan lebih tenang dan bermartabat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)