BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Aceh hingga 10 Januari 2026

Cuaca ekstrem. Foto: Ilustrasi Metrotvnews

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Aceh hingga 10 Januari 2026

Fajri Fatmawati • 9 January 2026 16:27

Banda Aceh: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang akan melanda sebagian besar wilayah Aceh selama tiga hari ke depan. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga Sabtu, 10 Januari 2026, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

"BMKG memantau adanya sirkulasi siklonik di perairan barat Aceh yang memicu terjadinya konvergensi dan belokan angin. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di sebagian besar wilayah Aceh," kata Juru Bicara Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh Murthalamuddin, Jumat, 9 Januari 2026.


Peringatan dini cuaca wilayah Aceh. Foto: Istimewa

Merujuk prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh, selain faktor sirkulasi siklonik, suhu muka laut yang hangat di wilayah Pesisir Barat Aceh turut meningkatkan kandungan uap air di atmosfer. Kombinasi kondisi tersebut berpotensi memicu hujan dengan durasi panjang dan intensitas sedang hingga lebat.

Berdasarkan prakiraan BMKG, pada Kamis, 8 Januari 2026, hujan lebat diperkirakan terjadi hampir di seluruh kabupaten dan kota di Aceh. Wilayah terdampak meliputi kawasan pesisir, dataran rendah, hingga daerah pegunungan seperti Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara.

Memasuki Jumat, 9 Januari 2026, potensi hujan lebat masih berlanjut, terutama di wilayah Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Simeulue, Nagan Raya, serta wilayah tengah dan tenggara Aceh. Sementara itu, pada Sabtu, 10 Januari 2026, hujan lebat diprakirakan masih berpotensi melanda Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, dan Aceh Tenggara.

Murthalamuddin mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, khususnya bagi warga yang bermukim di wilayah rawan bencana.

"Kami mengimbau masyarakat untuk menjauhi lereng perbukitan dan bantaran sungai saat hujan lebat terjadi, serta terus memantau perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi pemerintah hingga ke tingkat gampong," jelas Murthalamuddin.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)