Empat ABK WNI Korban Pembajakan Kapal di Somalia Dipastikan Selamat

Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah. Foto: Metrotvnews.com

Empat ABK WNI Korban Pembajakan Kapal di Somalia Dipastikan Selamat

Dimas Chairullah • 30 April 2026 14:18

Jakarta: Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI membawa kabar baik terkait nasib empat Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban pembajakan kapal MT Aner 25 di perairan Hafun, Somalia, pada 22 April lalu. 

Seluruh ABK WNI dilaporkan dalam keadaan selamat. Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyatakan bahwa pihaknya melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Nairobi terus menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak di Somalia untuk memantau situasi para sandera.

"Berdasarkan informasi terakhir yang diperoleh oleh KBRI Nairobi dari otoritas di Somalia sejauh ini, para ABK WNI yang berada pada kapal tersebut dalam kondisi baik," tegas Heni dalam media briefing di Kemlu RI, Jakarta, Kamis, 30 April 2026.

Diketahui, kapal MT Aner 25 diawaki oleh total 16 orang. Selain empat ABK asal Indonesia, terdapat 10 ABK berkewarganegaraan Pakistan, satu orang warga negara India, dan satu warga negara Myanmar.

Saat ini, upaya pembebasan difokuskan pada tindak lanjut penanganan yang melibatkan otoritas pemerintah setempat, tokoh masyarakat Somalia, serta pelaku usaha terkait. 

Kemlu menegaskan bahwa prioritas utama dari seluruh proses negosiasi dan penanganan ini adalah keselamatan para ABK.

Mengingat proses penanganan yang masih terus berjalan dan bersifat sensitif, Heni juga mengimbau agar masyarakat dan awak media bijak dalam mengelola alur informasi. 

"Kami mohon kepada rekan-rekan media untuk dapat mengelola pemberitaan ini secara bijak, agar tidak mempengaruhi penanganan yang sedang dilakukan," pesannya.

Sebagai langkah preventif ke depan, Kemlu saat ini tengah memperkuat pendataan para pekerja migran di sektor pelayaran. 

Berdasarkan data terbaru Kemlu yang dikoordinasikan bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditkapel) Kemenhub, tercatat ada 321 ABK WNI di luar negeri. 

Angka tersebut terdiri dari 81 awak kapal nelayan, 188 awak kapal niaga, dan 44 awak kapal perikanan.

Kemlu juga kembali mengingatkan para tenaga kerja Indonesia yang ingin berkarier sebagai pelaut untuk selalu berangkat melalui jalur dan prosedur resmi guna memastikan pelindungan maksimal dari negara jika terjadi situasi darurat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)