Ki Hajar Dewantara sedang menulis. (Pranata, 1959)
Mengenal Sejarah Hardiknas, Warisan Perjuangan Ki Hadjar Dewantara
Silvana Febiari • 2 May 2026 11:33
Jakarta: Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) merupakan hari nasional yang diperingati setiap 2 Mei untuk mengenang kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan sekaligus pendiri Taman Siswa. Peringatan ini menjadi bentuk penghormatan atas jasa-jasanya dalam memperjuangkan pendidikan di Indonesia
Sejarah Hari Pendidikan Nasional
Melansir dari Wikipedia, Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap 2 Mei, bertepatan dengan hari lahir Ki Hadjar Dewantara yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia. Ia lahir dari keluarga kaya pada masa kolonialisme Belanda dan dikenal berani menentang kebijakan pendidikan Hindia Belanda yang hanya memberi akses sekolah bagi anak-anak Belanda atau kalangan tertentu saja.Baca Juga :
Kritiknya terhadap kebijakan tersebut membuat Ki Hadjar Dewantara diasingkan ke Belanda. Setelah kembali ke Indonesia, ia mendirikan lembaga pendidikan Taman Siswa dan kemudian diangkat menjadi Menteri Pendidikan setelah Indonesia merdeka, serta dikenal dengan semboyan “Tut Wuri Handayani”.
Penetapan Hardiknas
Hari Pendidikan Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 316 Tahun 1959 pada 16 Desember 1959. Penetapan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas jasa Ki Hadjar Dewantara dalam dunia pendidikan Indonesia.Ki Hadjar Dewantara wafat pada 26 April 1959. Untuk menghormati jasanya, pemerintah menetapkan tanggal kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional.
.jpg)
Logo Hardiknas. Foto: Kemendikdasmen
Peringatan Hardiknas
Meski bukan hari libur nasional, Hari Pendidikan Nasional diperingati secara luas di Indonesia. Peringatan biasanya dilakukan melalui upacara bendera di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi, dari tingkat kecamatan hingga pusat.Selain itu, peringatan juga disertai dengan penyampaian pidato bertema pendidikan oleh pejabat terkait sebagai bentuk refleksi dunia pendidikan di Indonesia.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com