Fasilitas nuklir Bushehr milik Iran. (Press TV)
Iran Minta Blokade AS dan Perang Dihentikan Sebelum Bahas Isu Nuklir
Willy Haryono • 3 May 2026 17:02
Tehran: Iran dilaporkan hanya bersedia membahas program nuklirnya setelah tercapai kesepakatan atas sejumlah isu utama lain, termasuk penghentian perang, pencabutan blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz, serta penyelesaian konflik di Iran dan Lebanon.
Menurut laporan yang mengutip sumber diplomatik, proposal perdamaian Iran terdiri atas 14 poin dan menempatkan pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai prioritas utama tahap awal negosiasi.
Dikutip dari Antara, Minggu, 3 Mei 2026, rencana tersebut memberikan tenggat waktu satu bulan untuk menyelesaikan isu penghentian blokade laut AS, pemulihan akses pelabuhan Iran, serta penghentian perang yang sedang berlangsung.
Setelah itu, barulah tahap kedua perundingan selama satu bulan akan difokuskan pada pembahasan program nuklir Iran.
Iran juga menuntut pembayaran ganti rugi dan pembentukan mekanisme baru terkait pelayaran di Selat Hormuz.
Duta Besar Iran untuk Rusia Kazem Jalali menegaskan bahwa berdasarkan doktrin keamanan nasional dan fatwa pemimpin tertinggi Iran, program nuklir Tehran bersifat damai dan tidak ditujukan untuk pengembangan senjata nuklir.
Konflik besar dimulai sejak serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang memicu ribuan korban jiwa dan eskalasi regional.
Gencatan senjata diumumkan pada 8 April, namun pembicaraan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan permanen. Sementara itu, blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran terus memperumit proses negosiasi.
Para mediator internasional kini berupaya mengatur putaran baru pembicaraan damai guna mencegah konflik kembali meluas.
Baca juga: Iran Beri Tenggat Waktu Satu Bulan bagi AS untuk Akhiri Blokade dan Perang