Nahdlatul Ulama. Foto: Istimewa
Muktamar NU Arena Pertemuan Berbagai Kepentingan
M Sholahadhin Azhar • 28 April 2026 22:15
Jakarta: Nahdlatul Ulama (NU) bakal menggelar Muktamar pada Agustus 2026. Agenda tersebut dinilai lebih dari sekadar forum pemilihan.
"Muktamar NU bukan sekadar forum pemilihan, tetapi arena pertemuan berbagai kepentingan, jaringan, dan orientasi," kata nahdliyin sekaligus pengusaha rokok HRM Khalilur, dalam keterangan yang dikutip Selasa, 28 April 2026.
Menurut dia, forum tersebut amat penting karena banyak kekuatan yang berpartisipasi. Khalilur melihat ada tokoh Yahya Cholil Staquf telah melakukan komunikasi dengan Buya Said Aqil Siradj untuk posisi Rais Aam.
Termasuk, kata dia, kemungkinan tokoh seperti Nazaruddin Umar sebagai calon Ketua Umum dan Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam. Khalilur melihat hal itu dimungkinkan.
"Namun, sebagaimana tradisi NU, semua itu tetap harus berhadapan dengan faktor kiai pesantren—yang sering kali menjadi penentu akhir di luar kalkulasi formal," kata Khalilur.
_%20Foto%20Medcom_id(3).jpeg)
Nahdlatul Ulama. Foto: Istimewa
Dalam kondisi saat ini, Khalilur menilai Yahya Cholil sebagagai petahana memiliki modal awal. Yakni, dukungan 40 persen.
Dia melihat dalam politik organisasi, angka semacam ini penting sebagai basis awal. Namun, tidak selalu menentukan hasil akhir.
Intinya, kata Khalilur, ada pasangan dalam Muktamar tersebut. Yakni, Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.
"Dan di balik konfigurasi itu, selalu ada pertarungan yang lebih dalam—tentang arah NU ke depan," kata Khalilur.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com