Indonesia mengirim dua personel TNI ke Kamboja sebagai observer ASEAN untuk memantau gencatan senjata Kamboja-Thailand. (Kemlu RI)
RI Kirim Personel TNI untuk Misi ASEAN Pantau Gencatan Senjata Kamboja-Thailand
Willy Haryono • 2 May 2026 19:00
Phnom Penh: Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara melalui pengiriman dua personel TNI sebagai Military Observer dalam ASEAN Observer Team (AOT) di Kamboja.
Letnan Kolonel Devi Ibrohim dan Mayor Rangga Hadi Saputra tiba di Phnom Penh pada 25 April 2026 untuk melanjutkan misi pemantauan implementasi gencatan senjata antara Kamboja dan Thailand.
Keduanya menggantikan Kolonel Hermawan Weharima dan Letnan Kolonel Sukmana Bayuaji yang telah menyelesaikan masa tugas sebelumnya. Setibanya di Kamboja, kedua personel diterima oleh Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Phnom Penh, Krishnajie, pada 26 April 2026.
Berdasarkan keterangan di situs Kementerian Luar Negeri RI, Senin, 27 April 2026, penugasan ini merupakan bagian dari kontribusi aktif Indonesia dalam mendukung mekanisme ASEAN guna menjaga perdamaian dan stabilitas regional.
Di tengah dinamika hubungan Kamboja-Thailand pascakonflik perbatasan, kehadiran pemantau netral dinilai penting untuk memastikan implementasi gencatan senjata berjalan efektif dan mencegah potensi eskalasi baru.
Pemantauan Netral
Sejak mulai terlibat pada September 2025, tim AOT Indonesia berperan dalam pemantauan situasi keamanan, verifikasi lapangan, serta penyampaian laporan objektif kepada pihak-pihak terkait.Peran tersebut dinilai strategis dalam membangun kepercayaan dan transparansi antarnegara.
AOT sendiri merupakan kelanjutan dari ASEAN Interim Observer Team (IOT) yang dibentuk melalui Special Meeting ASEAN di Putrajaya, Malaysia, pada 28 Juli 2025.
Mekanisme ini lahir sebagai respons atas kebutuhan pemantauan netral pascakonflik bersenjata antara Kamboja dan Thailand terkait sengketa wilayah perbatasan.
Dasar operasional AOT kemudian diperkuat melalui kesepakatan Terms of Reference dalam pertemuan General Border Committee Kamboja-Thailand pada Oktober 2025.
Bagi Indonesia, keterlibatan ini mencerminkan komitmen berkelanjutan dalam mendorong penyelesaian konflik secara damai serta memperkuat arsitektur keamanan kawasan melalui diplomasi pertahanan yang aktif dan konstruktif.
Baca juga: Tentara Thailand Terluka dalam Insiden Mortir, Kamboja Mengaku Tak Sengaja