Ilustrasi APAR. Foto: FAST.
Pemkot Jakbar Distribusikan 499 APAR ke 404 RT di Tambora
Anggi Tondi Martaon • 19 August 2026 18:45
Jakarta: Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) mendistribusikan 499 tabung alat pemadam api ringan (APAR) ke 404 RT di Kecamatan Tambora. Hal itu sebagai upaya memperkuat sarana pencegahan dan penanggulangan kebakaran di kawasan padat penduduk tersebut.
“Selain APAR yang didistribusikan oleh Sudin Gulkarmat, terdapat pula 1.264 tabung APAR mandiri CSR yang tersebar di wilayah Kecamatan Tambora,” kata Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakbar, Suheri, dikutip dari Antara, Rabu, 19 Agustus 2026.
Suheri mengatakan penyediaan sarana dan prasarana pencegahan serta penanggulangan kebakaran di Tambora hingga kini masih menghadapi sejumlah kesenjangan. Menurut dia, penguatan masih dibutuhkan, khususnya untuk pos pemadam kebakaran, APAR, hidran mandiri, sumber air pemadaman, serta kapasitas masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat kebakaran.
Menurut dia, masyarakat di permukiman padat penduduk perlumendapatkan edukasi mengenai cara penggunaan APAR yang tepat. Sehingga mampu melakukan penanganan awal ketika terjadi kebakaran.
“Kecamatan Tambora juga mendapatkan rencana tambahan distribusi sebanyak 142 tabung APAR. Dari jumlah tersebut, sebanyak 18 tabung dialokasikan untuk Kelurahan Duri Utara,” ungkap Suheri.
Di sisi lain, ketersediaan sumber air untuk mendukung operasi pemadaman di Kecamatan Tambora masih perlu diperkuat. Saat ini, wilayah tersebut baru memiliki satu hidran mandiri yang berada di Kelurahan Duri Utara.
Menurut Suheri, penguatan sarana pemadaman harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas masyarakat. Salah satunya melalui keberadaan Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR).
.jpg)
Ilustrasi kebakaran. Foto: Antara.
“Saat ini terdapat 488 personel REDKAR di Kecamatan Tambora. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 orang berada di Kelurahan Duri Utara,” ujar Suheri.
Pada Tahun Anggaran 2026, pembinaan REDKAR akan dilaksanakan di empat kelurahan di Kecamatan Tambora. Pembinaan tersebut diharapkan meningkatkan kemampuan para relawan dalam melakukan tindakan awal ketika terjadi kebakaran sebelum petugas pemadam tiba di lokasi.
“Dari 96 RW di Kecamatan Tambora, sebanyak 79 RW telah mendapatkan sosialisasi. Sementara 17 RW lainnya masih perlu dituntaskan,” ucap Suheri.