KRI dr. Soeharso-990 Siap Layani Korban Gempa NTT

Personel Marinir TNI AL berangkat dari Surabaya menuju NTT menggunakan KRI dr Soeharso, Rabu, 19 Agustus 2026. ANTARA/HO-Pen Marinir

KRI dr. Soeharso-990 Siap Layani Korban Gempa NTT

Silvana Febiari • 21 August 2026 18:01

Manggarai: Kapal Republik Indonesia (KRI) Soeharso-990 milik TNI Angkatan Laut (AL) telah bersandar di Pelabuhan Reo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapal bantuan tersebut siap mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa. 

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, KRI dr. Soeharso-990 memiliki kemampuan melakukan operasi besar terhadap pasien. Kapal tersebut juga dilengkapi fasilitas rawat inap dengan kapasitas hingga 75 pasien.

"Kapal Republik Indonesia Soeharso-990 telah bersandar di Pelabuhan Reo. Kapal bantuan rumah sakit tersebut milik TNI AL, mampu melaksanakan operasi besar terhadap pasien dan memiliki rawat inap yang dapat menampung hingga 75 pasien," kata Berton dalam konferensi pers, Jumat, 21 Agustus 2026.
 


Dalam waktu dekat, sejumlah pasien dari Pos Pengungsian Lamba Leda akan dirujuk ke KRI dr. Soeharso-990 untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Kehadiran kapal rumah sakit tersebut diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan bagi warga yang terdampak gempa.

"Pemerintah juga mengaktifkan pos-pos kesehatan di titik-titik pengungsian," ungkap Berton. 


Kapal Republik Indonesia (KRI) Soeharso-990 milik TNI AL. (Dokumentasi/ Wikipedia)


Salah satunya berada di Pos Pengungsian Terpusat Desa Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Pos kesehatan tersebut melayani sekitar 90 hingga 120 pasien setiap hari.

Pemerintah bersama TNI, tenaga kesehatan, dan instansi terkait terus memperkuat pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat terdampak gempa tetap mendapatkan akses layanan kesehatan selama masa tanggap darurat.

(Silvana Febiari)