Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Anadolu Agency)
Iran Tegaskan Tak Akan Beri Konsesi dalam Negosiasi dengan AS
Willy Haryono • 23 August 2026 10:17
Teheran: Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Iran tidak berniat memberikan konsesi dalam negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) yang dinilai bertentangan dengan prinsip dan nilai-nilai nasional Teheran.
Mengutip Anadolu Agency, Pezeshkian mengatakan pemerintah Iran hampir setiap hari menggelar pembahasan internal untuk menentukan langkah strategis keluar dari krisis dan membangun kesepahaman bersama.
Menurutnya, perang bukanlah solusi untuk menyelesaikan persoalan Iran. Namun, ketidakpastian yang berkepanjangan juga semakin menekan perekonomian negara tersebut.
Pezeshkian mengatakan stabilitas perlu dijamin untuk mencegah ancaman konflik baru. Menurut dia, ketidakpastian akibat konflik dapat menghambat masuknya investasi ke Iran.
"Kita harus menyelesaikan masalah ini melalui logika rasional, tetapi pada saat yang sama mempertahankan kekuatan nasional," ujar Pezeshkian.
Pezeshkian juga membela nota kesepahaman terbaru antara Iran dan AS. Ia menegaskan dokumen tersebut, menurutnya, tidak memuat ketentuan yang dapat dianggap sebagai bentuk penyerahan diri ataupun kewajiban bagi Teheran untuk memberikan konsesi.
Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman pada Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar. Kesepakatan tersebut menjadi kerangka untuk menghentikan permusuhan yang dimulai pada Februari sekaligus membuka jalan bagi pembicaraan menuju kesepakatan final.
Namun, proses perundingan selanjutnya mengalami kebuntuan akibat perselisihan mengenai pelaksanaan nota kesepahaman serta pengaturan pelayaran di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dan gas dunia. Perselisihan mengenai akses dan keamanan pelayaran di kawasan tersebut menjadi salah satu persoalan utama dalam hubungan Iran dan AS.
Pernyataan Pezeshkian disampaikan di tengah tekanan ekonomi terhadap Iran serta upaya Washington meningkatkan tekanan terhadap Teheran. Pada saat yang sama, pemerintah Iran menghadapi tuntutan dari berbagai pihak di dalam negeri untuk mempertahankan posisi yang lebih tegas dalam setiap negosiasi dengan AS. (Razaqa Hariz)
Baca juga: Presiden Iran Desak Akhiri Perang dengan AS, Klaim Posisi Teheran Kuat